Teheran, LiputanIslam.com –   Presiden Iran Hassan Rouhani memuji keuntungan politik dan ekonomi yang didapat negaranya dari kesepakatan nuklir dengan enam negara terkemuka dunia, yang dikenal dengan nama  Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), dan menegaskan tidak ada yang dapat membalikkan dampak positif JCPOA.

Dalam pidatonya, Sabtu (7/10/2017), dia mengatakan bahwa perundingan nuklir dan JCPOA telah menghasilkan “manfaat tak tentu” bagi negara negara republik Islam ini, dan manfaat ini tak dapat diambil siapa pun, kata Rouhani.

“Presiden AS Donald Trump maupun puluhan Trumps lainnya tidak dapat mengambil kembali manfaat  JCPOA yang memang tak dapat diubah,” tegasnya.

Dia menambahkan, “Dalam pembicaraan nuklir, kami membuktikan kekuatan politik kami kepada dunia. Diplomat kami sangat cakap dan tangguh sehingga mereka mencapai kesepakatan dengan enam kekuatan besar dunia.”

Peryataan ini ditegaskan Rouhani untuk menanggapi gelagat AS belakangan ini untuk keluar dari JCPOA.

Iran dan Kelompok 5 +1 (Rusia, Cina, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Jerman) mencapai kesepakatan nuklir 159 halaman pada bulan Juli 2015 dan menerapkannya pada bulan Januari 2016.

Sejak kesepakatan ini diteken di Wina, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah berulang kali mengkonfirmasi konsistensi Iran pada JCPOA, namun beberapa pihak lain, terutama AS, justru tidak menghargainya.

Tim Presiden AS sekarang menghadapi tenggat waktu 15 Oktober untuk memberitahu Kongres apakah akan terus menyatakan bahwa Iran mematuhi kesepakatan tersebut. (mm/tasnimnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL