KuwaitCity, LiputanIslam.com –  Presiden Iran Hassan Rouhani berkunjung ke Kuwait dan mengadakan pertemuan dengan Emir Syeikh Sabah al-Ahmad al-Jabir al-Sabah di Istana Bayan, Kuwait City, Rabu (15/2/2017).

Dalam pertemuan ini, selain membicarakan peningkatan hubungan bilateral, keduanya juga menyinggung problematika radikalisme dan terorisme yang menyelimuti dunia Islam.

Rouhani mengatakan, “Problema besar semisal terorisme merupakan bahaya yang mengancam semua orang, dan satu-satunya jalan untuk melawan dan mengatasinya ialah resistensi dan kebersamaan negara-negara regional. Mereka harus bersatu di depan problema ini.”

Dia menambahkan, “Semuanya sekarang harus berdampingan sebagai saudara seagama dan sesama Muslim, melawan pikiran-pikiran ikhtilafiah, dan kita harus mengikuti semaksimal mungkin pesan al-Quran mengenai ukhuwwah Islamiyyah.”

Rouhani menilai semua perselisihan, kesalah pahaman, dan rasa saling curiga antarnegara Islam Timteng dapat diselesaikan melalui dialog.

Di pihak lain, Syeih al-Sabah mengungkapkan kegembiraannya atas kunjungan presiden Iran ke Kuwait  dengan membawa pesan persatuan dan persaudaraan.

“Situasi regional sekarang mengharuskan kita semua menjalin hubungan baik satu sama lain. Karena itu kami bertekad meningkatkan taraf hubungan kami dengan Teheran di semua bidang,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Iran karena negara republik Islam ini berpihak kepada Kuwait dalam peristiwa invasi Irak di era rezim mendiang Saddam Hossein terhadap Kuwait pada tahun 1990.

Al-Sabah juga menyerukan persatuan dan koordinasi negara-negara regional dan Islam di tengah situasi genting sekarang.

“Kita semua adalah umat Islam, harus berdiri berdampingan dengan penuh rasa persatuan dan persatuan, dan melangkah di jalan pembangunan, stabilitas, dan perdamaian,”harapnya. (mm/irna/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL