rouhani spechTeheran, LiputanIslam.com – Konferensi internasional bertema “Dunia Bebas Dari Kekerasan dan Radikalisme” telah dibuka dan diresmikan di Teheran, ibu kota Iran, dengan pidato presiden negara ini Hassan Rouhani, Selasa (9/12).

Dalam pidato pembukaan konferensi yang dihadiri oleh para delegasi dari sekitar 40 negara itu dia menyampaikan harapannya agar Timur Tengah segera bebas dari kekerasan dan radikalisme.

“Kami telah mengusung gagasan dunia bebas dari kekerasan dan radikalisme di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Gagasan ini telah disepakati dan sudah ada kerjasama komprehensif yang dapat menekan kekerasan di dunia. Sayangnya, hal ini tak terjadi di Timur Tengah,” ujarnya, sebagaimana dikutip Alalam.

Dia menambahkan, “Kami menyerukan kepada semua negara regional supaya membuat kebijakan yang rasional untuk mencapai kehidupan Timur Tengah yang aman dan stabil. Dalam tatanan global kita sekarang terdapat peperangan dan militerisasi, sementara dunia juga mengakui keharusan adanya kerjasama kolektif.”

Lebih jauh dia memastikan negaranya berjuang keras untuk menegakkan keamanan dan stabilitas di kawasan, menyerukan “pengeringan sumber-sumber terorisme” dan menegaskan bahwa kawasan Timur Tengah sama sekali tidak memerlukan keberadaan pasukan asing.

Dia menilai para teroris telah menebar kejahatan atas nama agama, dan semua kelompok radikal berjalan dengan metode yang sama berupa kekerasan.

Menurutnya, ada pihak-pihak tertentu yang bermain di balik kemunculan fenomena radikalisme. Karena itu dia meminta negara-negara pendukung dan donatur terorisme supaya membenahi diri karena dunia memerlukan langkah-langkah mendasar untuk memerangi radikalisme.

“Dunia harus bekerjasama membendung fenomena terorisme, dan semua pihak yang berpartisipasi dalam pemberantasan terorisme harus mulai menggalang kerjasama, terutama di bidang informasi,” seru Rouhani.

Presiden Iran lantas mengingatkan bahwa tindakan apapun yang ditempuh tidak melalui jalur dan prosedur Dewan Keamanan PBB seperti yang dilakukan oleh pasukan koalisi di Irak dan Suriah hanya akan memperparah wabah kekerasan. Karena itu dia meminta masyarakat internasional agar mengindahkan fungsi Dewan Keamanan.

Di bagian akhir dia menyampaikan usulannya supaya tanggal 18 Desember diperingati sebagai hari pemberantasan radikalisme sedunia. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL