syria Assad_flagDamaskus, LiputanIslam.com – Presiden Suriah Bashar al-Assad dilaporkan telah mencalonkan diri lagi sebagai presiden pada pemilu 3 Juni mendatang.

Sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi Suriah, SANA, Juru Bicara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Suriah Mohammad Jihad al-Laham Senin (28/4/2014) menyebutkan Assad secara resmi sudah menyatakan ingin menempati lagi kantor kepresidenan untuk periode tujuh tahun ke depan.

Menurut al-Laham, dalam rangka ini Mahkamah Konstitusi Suriah sudah menyerahkan dokumen-dokumen pendaftaran diri Presiden Incumbent Bashar al-Assad kepada DPR untuk mendapatkan persetujuan.

Masa 10 hari pendaftaran calon presiden Suriah sudah dimulai sejak 21 April lalu. Sejauh ini, selain Assad sudah ada enam nama lain yang sudah terdaftar sebagai calon presiden, antara lain Mohammad Firas Yassin Rajjouh, Abdul-Salam Youssef Salameh, Sawsan Omar al-Haddad dan Sameer Ahmad Mo’alla.

Sesuai Undang-Undang Dasar Suriah Pasal 85, orang yang ingin mendaftarkan diri sebagai kandidat presiden harus terlebih dahulu mengajukan dokumen dan permohonannya kepada Mahkamah Konstitusi (MK). Setelah itu MK melayangkan permohonan tertulis terkait pendaftar untuk mendapatkan persetujuan dari 35 anggota DPR.

Sesuai undang-undang pemilu, pemungutan suara harus dilaksanakan 90 hari atau paling lambat 60 hari sebelum berakhirnya masa tujuh tahun kepresidenan Assad pada tanggal 17 Juli mendatang.

Rakyat Suriah akan mendatangi tempat-tempat pemungutan suara pada tanggal 3 Juni mendatang setelah pemerintah Damaskus menegaskan pemilu harus diselenggarakan meskipun negara ini masih terusik oleh aksi pemberontakan dan radikalisme berdarah yang terjadi sejak lebih dari tiga tahun silam.

Sebagai bantahan terhadap tuduhan Barat dan kelompok-kelompok oposisi, pemerintah Suriah pada 26 April lalu menegaskan pihaknya mencanangkan penyelenggaraan pemilu secara bebas dan transparan.

Sejak Maret 2011 sampai sekarang Suriah masih dilanda aksi pemberontakan berdarah yang dilakukan oleh kelompok-kelompok militan dukungan Barat dan sejumlah negara sekutunya di kawasan Timur Tengah, khususnya Qatar, Arab Saudi dan Turki.
Berbagai laporan menyebutkan bahwa lebih dari 150,000 orang tewas, sedangkan jutaan lainnya mengungsi akibat perang. (mm/presstv/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL