bendera mesir dan suriah di kairoDamaskus, LiputanIslam.com – Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi mengaku mendukung sejawatnya di Suriah, Bashar al-Assad. “Saya bersama Anda, dan Anda tidak akan terguling,” kata el-Sisi dalam pesannya untuk al-Assad saat ditemui oleh Kepala Dinas Intelijen Umum Suriah Ali Mamlouk di Kairo, ibu kota Mesir, sebagaimana dilansir koran Addiyar terbitan Lebanon, Minggu (13/9).

Menurut Addiyar, Presiden el-Sisi meminta kepada Mamlouk supaya menyampaikan pesan el-Sisi; “Musuh kita satu, yaitu Ikhwanul Muslimin dan kaum takfiri. Saya bersama Suriah dan Bashar al-Assad.”

Dia menambahkan, “Saya mengetahui situasi internasional di Washington dan Eropa, dan saya meminta Anda menyampaikan pesan saya kepada Presiden al-Assad bahwa saya bersama beliau, dan beliau tidak akan terguling. Kita sama-sama jatuh di depan Ikhwanul Muslimin dan para takfiri, atau kita sama-sama menang melawan mereka. Suriah dan Mesir belum pernah sama-sama berperang kecuali menjadi pemenang.”

Addiyar juga menyebutkan bahwa Ali Mamlouk sudah kembali ke Damaskus, ibu kota Suriah, dan segera menyampaikan pesan Presiden el-Sisis itu kepada Presiden al-Assad.

Dilaporkan pula bahwa Presiden Mesir juga telah menginstruksikan kepada kepala badan intelijen negara ini supaya menyatakan kepada kepala dinas rahasia Amerika Serikat bahwa keamanan nasional Mesir dan Suriah, demikian pula kondisi presiden dua negara ini, berhubungan satu sama lain.

Tentara Mesir Bunuh 64 Teroris

Sebanyak 64 anggota teroris anggota kelompok Wilayat Sinai yang berafiliasi dengan ISIS tewas di tangan tentara Mesir dalam sebuah operasi militer, Sabtu lalu (12/9), sebagaimana dilaporkan AFP Minggu kemarin.

Para petinggi Mesir menyatakan bahwa dalam operasi itu dua tentara Mesir juga terbunuh.

Dilaporkan pula bahwa sejak tentara Mesir menggelar operasi penumpasan kelompok Wilayat Sinai mulai Senin lalu sampai sekarang tak kurang dari 296 teroris anggota kelompok ini tewas dalam pertempuran dengan tentara Mesir.

Wilayah Mesir, terutama Semenanjung Sinai, menjadi ajang gejolak kekerasan yang menjatuhkan banyak korban sejak Presiden Mohamed Morsi dikudeta oleh militer Mesir menyusul maraknya unjuk rasa akbar anti-Morsi pada tahun 2013. Korban tewas di pihak tentara dan polisi Mesir mencapai ratusan, sementara di pihak kelompok Wilayat Sinai mencapai sekitar 1400 orang. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL