Washington, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengadakan pembicaraan dengan Wakil Menteri Pertahanan Saudi Pangeran Khalid bin Salman tentang krisis di Yaman dan “campur tangan Iran” di kawasan Timteng.

“Menteri (Pompeo) menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan kontinyu Arab Saudi kepada upaya Utusan Khusus PBB untuk Yaman, Martin Griffith, untuk menggerakkan proses politik di Yaman,” ungkap Kementerian Luar Negeri AS, Kamis (28/3/2019).

Pernyataan itu menunjukkan bahwa Pompeo dan Khalid menyutujui perlunya mendukung pelaksanaan Perjanjian Stockholm yang dinaungi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan disepakati oleh pihak-pihak yang bertikai di Yaman.

Keduanya telah membahas sejumlah masalah bilateral dan regional yang dinilai urgen, termasuk menghadapi apa yang mereka klaim “campur tangan Iran di kawasan” dan krisis Yaman antara kubu presiden tersingkir Yaman Abed Rabbo Mansour Hadi dan kelompok pejuang Ansarullah (Houthi).

Seminggu setelah penekenan Perjanjian Stockholm Sekjen PBB Antonio Guterres mengumumkan serangkaian kesepakatan yang dicapai antara kedua belah pihak, termasuk perjanjian gencatan senjata di provinsi Hodeydah.

Hari berikutnya, utusan PBB Martin Griffith mengumumkan pengiriman para pengamat internasional di wilayah tersebut.

Pada akhir Desember 2018 sebuah tim pengamat PBB dikerahkan di Hodeidah untuk mengawasi implementasi perjanjian gencatan senjata, sementara Ansarullah dan kubu Mansour Hadi terlibat aksi saling tuding melanggar perjanjian tersebut. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*