Egypt-violenceTanta, LiputanIslam.com –  Sedikitnya dua anggota Ikhwanul Muslimin tewas diterjang peluru petugas keamanan Mesir di wilayah utara negara ini. Kantor berita MENA  Jumat (11/4) menyebutkan bahwa kedua korban itu adalah anggota kawanan bersenjata yang telah melepaskan tembakan terhadap polisi di sebuah jalan antara kota Tanta dan al-Mahalla al-Kubra, provinsi al-Gharbiya.

Menurut MENA, di antara kawanan bersenjata yang juga berusaha membakar pos polisi itu tiga orang tertangkap sedangkan beberapa orang lainnya berhasil melarikan diri. Insiden ini terjadi tak lama setelah penyelenggaraan shalat Jumat.

Serangan terhadap tentara dan polisi Mesir sering terjadi sejak Presiden Mohamed Morsi yang berasal dari komunitas Ikhwanul Muslimin dikudeta oleh militer ketika Mesir dilanda unjuk rasa akbar anti Morsi pada Juli 2014.

Mantan Panglima Angkatan Bersenjata Mesir Abdul Fattah al-Sisi yang telah mencalonkan dirinya sebagai presiden untuk pemilu mendatang menegaskan dirinya sangat memriotaskan perang melawan terorisme dan ekstrimisme. Otoritas dan militer Mesir menuding Ikhwanul Muslimin berusaha menebar ekstrimisme dan kekacauan di Mesir

Di pihak lain, Ikhwanul Muslim tetap menuntut pengembalian Morsi ke kursi kepresidenan. Kekerasanpun tak terhindarkan mengakibatkan ratusan atau bahkan ribuan jiwa melayang, sementara ribuan lainnya ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) beberapa waktu mengecam dan menganggap otoritas Mesir telah melakukan aksi berlebihan terhadap para pemrotes serta melancarkan aksi kekerasan dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sebuah kelompok peduli hak asasi manusia yang berbasis di Inggris menyebutkan bahwa sejak Morsi dikudeta, korban tewas mencapai 1,400 orang, yang sebagian besar adalah korban kekerasan pasukan militer dan aparat keamanan Mesir. (mm/mena/trust/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL