israel al aqsaBaitul Maqdis, LiputanIslam.com – Polisi Israel Kamis kemarin (23/10) kembali mengancam untuk menindak tegas dan tidak akan menolerir aksi protes seperti yang belakangan ini sering terjadi di kota Baitul Maqdis (Jerussalem).

Meski demikian, sebagaimana dilaporkan AFP, kota suci umat Islam itu pada Kamis malam masih menjadi ajang unjuk rasa warga Palestina yang memrotes perlakuan pasukan Zionis. Unjuk rasa bahkan berlanjut hingga menjelang subuh.

Dilaporkan pula bahwa bentrokan terjadi lagi dan sedikitnya enam orang demonstran Palestina cidera diserang aparat keamanan Zionis Israel.

Polisi Israel menegaskan tidak akan menolerir huru hara lagi dan akan melakukan tindakan yang paling tegas terhadap para pengunjuk rasa Palestina.

Berbagai wilayah pendudukan di bagian timur Baitul Maqdis dalam beberapa bulan terakhir lebih sering diwarnai kerusuhan, penangkapan, dan bentrok antara massa Palestina dan pasukan Zionis.

Senin lalu (20/10) lalu seorang warga Zionis pengendara mobil bak terbuka menabrak dua anak kecil Palestina. Satu di antara korban yang masih berusia lima tahun akhirnya meninggal dunia di rumah sakit sehari setelah kejadian. Peristiwa ini memicu gelombang protes baru warga Palestina di Baitul Maqdis.

Sementara itu, pengadilan Israel di Baitul Maqdis Kamis kemarin mulai memeriksa berkas tujuh perempuan Palestina yang ditangkap lantaran memekikkan kalimat takbir ketika para ekstrimis Yahudi masuk ke komplek Masjid al-Aqsha.

Menurut pengacara tujuh wanita Palestina tersebut, Ramzi Katilat, para kliennya itu ditangkap setelah ditunggu keluar oleh polisi Israel di semua gerbang Masjid al-Aqsha. Mereka lantas dibawa ke penjara di dekat Tel Aviv.

Dia menambahkan bahwa kasus serupa juga pernah terjadi sebelumnya, namun beberapa wanita yang saat itu ditangkap dengan dalih melakukan tindakan provokatif melalui teriakan takbir akhirnya dilepaskan.

Pasca invasi Israel ke Jalur Gaza, kaum Zionis kian gencar mengusik kesucian Masjid al-Aqsha hingga komplek masjid yang disucikan oleh Islam ini kerap menjadi ajang bentrokan antara warga dan polisi Zionis di satu pihak dan warga Muslim Palestina di pihak lain.

Seperti diketahui Masjid al-Aqsha adalah kiblat pertama umat Islam sebelum beralih ke Baitullah Ka’bah, dan merupakan tempat suci ketiga umat Islam. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL