polisi-irakBaghdad, LiputanIslam.com –  Komandan polisi federal Irak Brigjen Raid Shakir Joudat, Senin (7/11/2016) menyatakan bahwa sejak operasi pembebasan Mosul, Irak utara, dari cengkraman teroris ISIS dimulai pada tanggal 17 Oktober lalu sampai sekarang pihaknya berhasil membebaskan wilayah di selatan kota ini seluas 1846 km persegi yang terdiri atas 93 desa, dan membebaskan lebih dari 2000 keluarga.

Lebih rinci dia menjelaskan sebanyak 935 teroris ISIS tewas, dan 106 lainnya tertangkap. Selain itu, 190 bom mobil, 52 mobil bersenjata otomatis, dan 29 mobil berpeluncur roket milik kelompok  ekstrim ini hancur, dan 26 mobil lain untuk berbagai keperluan disita.

Dia menambahkan bahwa 71 sarang teroris, 48 pangkalan roket, 83 motor berbahan peledak, dan 49 senjata artileri juga hancur,  24 bengkel perakitan bom diamankan, dan 1420 bom dijinakkan.

Bashiqa Bebas

Sumber militer Irak menyatakan kota Bashiq, 20 km timur laut Mosul, berhasil dibebaskan secara total oleh pasukan Kurdi Irak, Peshmerga. Dengan bantuan serangan udara, pasukan ini masuk ke dalam kota dari tiga arah pada Senin pagi.

TV pemerintah Irak menyebutkan bahwa pembebasan Bashiqa dilakukan dengan  koordinasi komando gabungan operasi pembebasan Mosul dan tentara Irak.

Kota ini dikepung oleh Peshmerga sejak dua pekan lalu. Pemimpin Partai Demokrasi Kurdistan Masoud Barzani sebelumnya mengatakan bahwa Bashiqa secara militer berada di bawah kendali pasukan Irak.

Dengan bebasnya Bashiqa, ISIS di Mosul kehilangan jalur suplainya dari arah utara.

Sumber keamanan provinsi Diyala menyatakan tentara dan polisi Irak telah menemukan jaringan terowongan di daerah al-Intisar, timur Mosul. Terowongan itu digunakan ISIS untuk mengakses ke pusat kota Mosul. (mm/raialyoum/alsumaria)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL