Madrid, LiputanIslam.com –  Perdana Menteri Turki Benali Yelderim menilai Presiden Suriah Bashar al-Assad tidak bisa menjadi pemegang keputusan di Suriah di masa mendatang. Namun, Yelderim mengakui bahwa “rezim Suriah” dewasa ini merupakan satu realitas dan salah satu pihak yang menentukan dalam proses perdamaian.

“Di awal proses perdamaian, rezim Assad adalah satu realitas dan merupakan salah satu pihak. Suka atau tidak, semua mengakui hal ini,” ujarnya dalam jumpa pers di Madrid, Spanyol, Rabu (25/4/2018).

Dia menambahkan, “Tapi untuk jangka menengah dan panjang, dan dengan segala penderitaan dan terjadinya kebencian sedemikian besar maka tidak akan bisa demikian.”

Menurutnya, Turki, Rusia, dan Iran telah menempuh langkah-langkah besar dalam upaya penerapan gencatan senjata dan kesepakatan de-eskalasi di Suriah.

Lebih jauh Yelderim memastikan bahwa negaranya akan terus memerangi milisi Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) di Suriah utara. Ankara memandang YPG sebagai kelompok teroris, dan karena itu Turki mengecam keras dukungan AS kepada YPG.

“YPG terus melakukan kezaliman terhadap penduduk di berbagai kawasan timur Sungai Furat di Suriah, mempersenjatai anak-anak kecil mereka, menguasai harta bende mereka, dan melanggar kehormatan mereka,” tuding Yelderim. (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL