Davos, LiputanIslam.com –  Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri menyatakan negaranya berharap dapat menjalin hubungan terbaik dengan Iran, tapi dengan syarat apa yang dianggapnya sebagai kesetaraan antara dua negara, dan seolah Iran selama ini memperlakukan Lebanon bukan sebagai negara yang berdaulat.

“Iran adalah negara yang kita memang harus berurusan dengannya…  Saya sebagai Perdana Menteri Lebanon ingin dipertemukan dengan Iran oleh hubungan yang terbaik, tapi harus ada hubungan dari negara ke negara, bukan untuk seseorang berinvestasi di Lebanon tanpa memberitahu saya tentang masalah ini, seperti Hizbullah atau lainnya,” katanya di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum /WEF) di Davos, Swiss, Rabu (24/1/2018).

Dia juga juga menyayangkan apa yang disebutnya campurtangan Iran di Yaman.

“Iran bisa jadi merupakan tantangan di kawasan, tapi dialog adalah bagian dari solusi tantangan ini, dan inilah yang kami harapkan…. Iran tidak bisa campurtangan di Yaman,” ujarnya.

Hariri adalah tokoh dan pejabat tinggi Lebanon yang didukung oleh Arab Saudi yang menjadi sumber utama investasi di Lebanon. Karena itu dia menentang pengaruh Iran di Lebanon dan Timur Tengah.

Mengenai pernyataan mengundurkan diri pada 4 November 2017 saat berada di Saudi dan kemudian menarik pernyataan ini setelah pulang ke Lebanon pada 21 November 2017, dia mengatakan peristiwa itu “sudah menjadi masa lalu.” (mm/alalam/cnbc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL