Teheran, LiputanIslam.com – Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri membuat pernyataan baru yang bernada lunak dan bahkan bersahabat tentang Iran, setelah beberapa waktu lalu dia sempat membuat pernyataan mundur dari jabatannya sembari menyampaikan alasan yang menyudutkan Iran dan kelompok pejuang Lebanon Hizbullah.

Seperti dilansir FNA milik Iran, dia kini balik mengatakan bahwa hubungan negaranya dengan Iran harus terjalin seoptimal mungkin, “tapi harus demi memenuhi kepentingan Lebanon.”

Berbeda dengan kebijakan partainya, Al-Mustaqbal, yang cenderung membuntuti kebijakan Arab Saudi, Saad Hariri kali ini juga menyatakan bahwa keberadaan Hizbullah dan partai-partai besar lain dalam pemerintahan Lebanon menghasilkan stabilitas politik.

Pernyataan ini mengejutkan karena selama ini Hariri dikenal sebagai sekutu Saudi. Dia menyatakan mundur bahkan karena tekanan Saudi saat dia berkunjung ke Riyadh, namun karena berbagai pertimbangan dia akhirnya tak jadi mundur.

Mengenai gejolak hubungan Iran-Saudi, dia mengaku konsisten menjauhkan negaranya dari gejolak ini.

Dalam wawancara dengan surat kabar Wall Street Journal yang berbasis di Amerika Serikat (AS) dia mengaku menolak segala ide untuk berkonfrontasi dengan Hizbullah.

“Hizbullah adalah anggota pemerintah di mana semua partai besar terlibat, dan ini menyebabkan stabilitas politik di negara ini,” katanya.

Lebih lanjut dia mengingatkan, “Kami menolak campurtangan siapapun dalam kebijakan Lebanon… Hubungan dengan Iran dan negara-negara Teluk harus terjalin sebaik mungkin demi memenuhi kepengingan nasional kami.” (mm/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL