Palestinian authority President Mahmoud AbbasRamallah, LiputanIslam.com – Pernyataan mengejutkan meluncur dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi Palestina, Maan, dalam sebuah wawancara televisi Kamis kemarin (28/8) dia mengatakan bahwa Perdana Menteri Rezim Zionis Israel Benjamin Netanyahu menyetujui pendirian negara merdeka Palestina dengan wilayah teritorial versi tahun 1967.

Menurut Abbas, persetujuan itu dikemukakan Netanyahu dalam pertemuan dengannya belum lama ini.

“Dengan demikian, masalah yang tersisa bagi para perunding hanyalah penggambaran peta, sebab perbatasan terhitung sebagai masalah terpenting,” ujarnya.

Dia menambahkan, “Setiap negara pada akhirnya harus tahu persis perbatasannya, sebab Israel adalah satu-satunya negara di dunia yang tidak memiliki wilayah teritorial yang jelas.”

Dia mengatakan bahwa perunding senior Palestina Saeb Erekat bersama Kepala Intelijen Palestina Majid Faraj pekan depan akan mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry untuk menanyakan apakah ada solusi untuk masalah ini.

“Kami telah menanyakan masalah ini kepada AS dan Israel, dan kami menantikan jawabannya sehari, seminggu, sebulan. Jika mereka sepakat maka kami akan bebas di wilayah perbatasan kami sendiri,” tutur Abbas.

Dia menambahkan, “Kami enggan menunggu sampai 20 tahun lagi, sebab porsi kesabaran kami sudah meluap-luap, dan kami tidak menghendaki Israel setiap dua tahun sekali mengobarkan perang terhadap kami.”

Harian al-Ghad terbitan Jordania Kamis kemarin memberitakan bahwa sebelum ditandatanginya perjanjian gencatan senjata untuk Perang Gaza telah terjadi pertemuan rahasia petinggi otoritas Palestina dengan pejabat senior Israel di Amman, ibu kota Jordania.

Menurut al-Ghad, besar kemungkinan pertemuan rahasia itu melibatkan Mahmoud Abbas dan Benjamin Netanyahu. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL