Quds, LiputanIslam.com –   Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengaku telah memerintahkan sendiri serangan ke posisi-posisi militer di Suriah setelah mengadakan rapat keamanan.

“Saya telah menyelenggarakan rapat keamanan menyusul penembakan peluru mortir dari Suriah ke Golan, dan dalam rapat ini saya memerintah kepada Pasukan Pertahanan Israel (IDF) agar melancarkan serangan telak,” ujar Netanyahu.

Dia menambahkan, “Segala serangan terhadap kami akan dibalas dengan kekuatan besar… Inilah kebijakan konsisten yang saya terapkan, dan akan terus saya terapkan demi menjamin keamanan Israel.”

Seperti pernah diberitakan, Israel kembali melancarkan sedikitnya dua kali serangan ke Suriah dan menyebabkan tiga tentara Suriah terbunuh di bagian barat daya negara ini pada dini hari Ahad (2/6/2019).

Baca: Israel Menyerang Suriah, Tiga Tentara Terbunuh

Sementara itu, IDF mengaku telah menggempur beberapa posisi militer di wilayah Rusia sebagai balasan atas penembakan dua peluru mortir ke arah Gunung Al-Sheikh di bagian utara Dataran Tinggi Golan pada Sabtu malam (1/6/2019).

“Pesawat dan helikopter tempur telah menyerang sejumlah sasaran militer milik tentara Suriah, termasuk dua baterai artileri dan beberapa situs pemantauan dan intelijen di wilayah Golan, serta baterai pertahanan udara SA 2,” ungkap SDF dalam sebuah statemennya.

Baca: Kaum Zionis Menyerbu Masjid Al-Aqsa dan Menyerang Jamaah Iktikaf

Selama serangan itu sistem pertahanan udara Israel diaktifkan setelah peluncuran rudal anti-pesawat oleh Suriah, dan tidak menemukan adanya dampak rudal itu di dalam wilayah Israel.

Statemen itu menambahkan, “IDF menganggap rezim Suriah bertanggung jawab atas semua aktivitas terhadap Israel dari wilayah Suriah, dan akan bertindak tegas terhadap segala agresi.”

Militer Israel juga merilis beberapa foto dan rekaman video posisi-posisi militer Suriah yang menjadi target serangan tersebut.  (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*