israel netanyahu-angryTelAviv, LiputanIslam.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan telah menginstruksikan penghancuran rumah Ghassan dan Uday Abu Jamal yang diketahui sebagai pelaku serangan terhadap warga Zionis di sebuah sinagog di Baitul Maqdis Barat. Di pihak lain, Hamas menegaskan bahwa dua pemuda Palestina itu adalah pelita intifada, dan tak seorangpun dapat menghentikan kebangkitan Palestina ini.

Alarabiya melaporkan bahwa instruksi tersebut keluar meskipun dua pelaku serangan itu sudah terbunuh ditembak polisi Israel saat serangan itu terjadi.

Menurut Associated Press, Netanyahu bahkan juga menginstruksikan penghancuran rumah warga Palestina yang terlibat dalam bentrokan dan berbagai insiden serangan lain yang dilakukan warga Palestina secara perorangan.

Seperti pernah diberitakan serangan ke sinagog yang terjadi Selasa pagi kemarin (18/11) menewaskan lima orang Zionis dan melukai belasan lainnya. Front Rakyat Pembebasan Palestina (PFLP) menyatakan bertanggungjawab atas serangan yang dilakukan dengan senjata api dan senjata tajam tersebut. (Baca juga: PFLP Bertanggungjawab Atas Serangan ke Sinagog Israel)

TV Israel Channel 10 menyatakan bahwa serangan itu dilakukan dengan sangat rapih dan matang, sebab lokasi yang diserang adalah tempat yang sebenarnya sangat sulit ditembus oleh serangan sedemikian rupa. Disebutkan bahwa dua pelaku serangan datang dengan mengenakan pakaian agamis atau seragam polisi ketika masuk ke sinagog.

TV Israel Channel 2 menyebutkan bahwa sinagog itu terdiri atas beberapa ruangan, dan semua ruangan ternyata tidak luput dari serangan, sedangkan kawasan Har Nof tempat sinagog itu berada adalah kawasan yang sangat terkenal karena ditinggali oleh banyak anggota partai sayap kanan Israel Shas.

Anggota biro politik Gerakan Perlawanan Palestina, Hamas, Moussa Abu Marzook menegaskan Palestina berada di ambang intifada.
“Kita sedang menyongsong intifada yang sesungguhnya dengan nama intifada al-Quds, Masjid al-Aqsa, pembangunan permukiman dan karavan syuhada,” tulis Abu Marzook dalam statusnya di Facebook, sebagaimana diberitakan Akhbar Falastin.

Dia menambahkan, “Tak seorangpun dapat menghentikan intifada, dan dalam proses ini pelemparan batupun juga menjadi kebanggaan.”
Dia juga menegaskan bahwa sudah lama Palestina terlibat perundingan, namun pembangunan permukiman Zionis dan proyek Judaisasi Baitul Maqdis tetap berjalan, dan bahkan terjadi upaya untuk membagi Masjid al-Aqsa. Namun demikian, lanjutnya, semua itu sekarang ditentang oleh kalangan Zionis sendiri, dan ini tak lain merupakan hasil awal gerakan intifada.

“Ghassan dan Uday adalah dua pelita proses intifada ini,” pungkasnya.(mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL