Baghdad, LiputanIslam.com –   Pasukan Irak berhasil membebaskan dan merebut kembali kota kecil Al-Qaim di bagian barat negara ini dari tangan ISIS,dan dengan demikian berakhirlah tahap pertama operasi militer penumpasan kelompok teroris berfaham Salafi/Wahabi ini di kantung terakhirnya di Negeri 1001 Malam, Jumat (3/11/2017).

Perdana Menteri Irak, Haider Abadi, dalam sebuah statemennya tentang ini mengucapkan selamat kepada “bangsa Irak atas keberhasilan para pejuang gagah berani merebut dan membebaskan Al-Qaim dalam tempo relatif singkat”, setelah pasukan Irak yang didukung relawan Al-Hashd Al-Shaabi menyerbu kota di perbatasan Irak-Suriah ini pada Jumat pagi.

Dengan demikian maka misi pasukan Irak sekarang tinggal merebut daerah Rawa yang bersebelahan dengan Al-Qaim dan kawasan sahara di provinsi Anbar untuk kemudian mengumumkan pembebasan seluruh wilayah Irak yang semula dikuasai ISIS di sejumlah provinsi sejak tahun 2014.

Pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat menyebut operasi Al-Qaim “perang besar terakhir” anti ISIS, dan diharapkan akan berakhir dengan pertemuan pasukan Irak di sisi perbatasan untuk mengepung ISIS di kawasan Wadi Al-Furat yang membentang dari Deir Ezzor di Suriah timur hingga Al-Qaim di Irak barat.

Sementara itu, pemimpin Al-Hashd Al-Shaabi, Haji Abu Mahdi Al-Muhandis, mengatakan bahwa misi pasukan relawan Irak ini selanjutnya ialah menjalankan operasi penyisiran dalam dua hari ke depan sebelum kemudian menguasai perbatasan.

“Operasi pembersihan dan penyisiran kawasan pusat Al-Qaim berlanjut setelah kota ini dibebaskan secara total dari kekuasaan ISIS. Operasi pembersihan ini akan berakhir dalam dua hari ke depan,” katanya.

Dia menambahkan, “Setelah itu Al-Hashd Al-Shaabi akan bergerak untuk memegang perbatasan Irak-Suriah sepenuhnya.” (mm/rayalyoum/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL