Baghdad, LiputanIslam.com –  Pasukan Irak mengumumkan dimulainya operasi pembebasan bagian barat Mosul, Irak utara, dari pendudukan kelompok teroris ISIS, Minggu (18/2/2017). Demikian dinyatakan Perdana Menteri Irak Haider Abadi melalui statemen yang dikeluarkan oleh kantor perdana menteri Irak bidang pers.

“Kami mengumumkan dimulainya babak baru operasi bersandi ‘Qadimun, ya Nainawa’ (Kami Datang, Wahai Nineveh) untuk pembebasan sisi kanan (bagian barat, red.) Mosul,” bunyi statemen itu.

Seperti diketahui, kota kedua terbesar atau paling padat penduduk di Irak ini terbelah oleh Sungai Tigris menjadi dua bagian barat dan timur. Bagian timur sudah berhasil dibebaskan oleh pasukan Irak sejak beberapa waktu lalu dari tangan ISIS yang menduduki dan menjadikan Mosul sebagai markas besarnya di Irak sejak 2014.

“Kami lepaskan pasukan kami untuk pembebasan warga dari teroris DAISH (ISIS) karena misi kami adalah pembebasan manusia sebelum tanah,” lanjut Abadi.

Sumber militer Irak di hari yang sama mengatakan pasukan Irak berhasil menguasai sedikitnya lima desa di selatan Mosul sehingga mereka berada di dekat Bandara Mosul.

Brigjen Abbas al-Jebouti menyatakan kepada AFP, “Operasi kami dimulai pada pukul tujuh pagi, dan kami bergerak menuju bandara.”

Kepala kepolisian federal Irak Letjen Shakir Jawdat menyatakan 79 teroris ISIS tewas diterjang operasi militer Iran di selatan Mosul. Selain itu, pasukan Irak telah menghancurkan 13 ranjau, 30 bom mobil, tiga terowongan, dan lima bom rompi serta menguasai beberapa gudang senjata.

Pasukan Irak memulai operasi militer besar-besaran untuk pembebasan Mosul sejak 17 Oktober 2016, dan pada 24 Januari lalu komando pasukan gabungan Irak mengumumkan keberhasilannya membebaskan secara total Mosul timur.

Sementara itu, media pasukan relawan al-Hashd al-Shaabi mengutip keterangan sumber intelijen di distrik Tak Alfar melaporkan telah terjadi kontak senjata antarkelompok ISIS sendiri lantaran sebagian di antaranya yang beralih posisi dari Mosul ke Tal Afar.

Sumber itu menyebutkan kontak senjata itu terjadi antara kelompok “Nahawand” dan kelompok “Asadullah al-Bailawi” yang sama-sama berafiliasi dengan ISIS.

Di bagian lain, Kementerian Imigrasi Irak mengumumkan bahwa sejak dimulainya operasi pembebasan provinsi Nineveh, Irak utara, sampai sekarang sebanyak lebih dari 63,000 pengungsi sudah pulang ke rumah dan kampung halaman mereka di Mosul timur dan Shirqat. (mm/raialyoum/alqudsalarabi/alsumarianews/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL