heider abadi irak 2Baghdad, LiputanIslam.com – Perdana Menteri (PM) Irak Haider Abadi mengaskan bahwa semua pihak yang berniat memerangi ISIS tidak boleh keluar dari kerangka pemerintah Irak, dan dalam masalah ISIS sikap netral tak ubahnya dengan berada di barisan lawan.

“Kami tidak akan mengizinkan pembentukan organisasi militer di luar pemerintahan,” katanya, Senin (2/3/2015).seperti dilansir al-Mayadeen.
Dia juga mengingatkan kepada semua pihak supaya mempedulikan perang melawan ISIS.

“Jika ada orang bersikap netral dan tak peduli maka kami akan menganggapnya berada di pihak lawan,” tegasnya.

Laporan lain dari Alalam menyebutkan bahwa di parlemen Irak Abadi memastikan pasukan Irak juga sedang mempersiapkan operasi militer besar-besaran untuk membebaskan provinsi Anbar.

“Kami sedang menyiapkan operasi besar di provinsi Anbar untuk pembebasannya dari ISIS, dan sudah tergalang koordinasi dan kerjasama yang sangat baik warga setempat dengan relawan al-Hasyd al-Sakbi dan pasukan keamanan,” ungkapnya.

Sejak Minggu (1/3/2015) tentara dan pasukan keamanan serta relawan Irak mulai menggelar operasi militer besar-besar untuk membebaskan Tikrit dan provinsi Ninawa secara keseluruhan dari tangan ISIS. Mereka bergerak dari lima arah menuju kawasan Daur, al-Alam dan Tikrit.

Mantan PM Irak Nouri al-Maliki menyampai ucapan selamatnya atas dimulainya operasi bersandi “Labbaik ya Rasulullah” untuk pembebasan provinsi Salahuddin.

“Saya mengucapkan selamat atas tugas besar dan jihad untuk mempertahankan kehormatan negara dan kehormatan manusia ini,” tuturnya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*