pm-irak-dan-presiden-perancis-hollandeBaghdad, LiputanIslam.com –   Pasukan Kontra-Terorisme Irak, Senin (2/1/2017), mengumumkan pihaknya berhasil membebaskan distrik al-Karamah utara, Mosul, ibu kota provinsi Nineveh, Irak utara.

Di halaman facebooknya, Pasukan Kontra-Terorisme Irak menyebutkan bahwa satuan-satuan pasukan ini telah merebut kawasan itu dari pendudukan gerombolan teroris takfiri ISIS.

“Bendera Irak telah dikibarkan di atas bangunan-bangunan setelah musuh menderita kerugian jiwa dan logistik,” tulis pasukan tersebut.

Bersamaan dengan ini, Perdana Menteri Irak Haider Abadi dalam jumpa pers bersama Presiden Perancis Francois Hollande yang berkunjung ke Baghdad, ibu kota Irak, di hari yang sama menegaskan bahwa riwayat ISIS di Irak akan segera tamat.

Pada kesempatan ini Abadi juga menepis keras laporan beberapa media Barat mengenai adanya pasukan darat asing dalam operasi pembebasan Mosul.

“Laporan-laporan mengenai adanya pasukan darat asing dalam perang Mosul sama sekali tidak benar, yang ada dalam perang ini hanyalah pasukan darat Irak sendiri,” katanya.

Dia menambahkan bahwa pasukan koalisi internasional hanya memberikan dukungan serangan udara, dan pemerintah Irak sejauh ini belum memiliki program untuk mendatangkan pasukan asing lebih banyak.

Saat ditanya wartawan mengenai adanya spekulasi Amerika Serikat bahwa perang Mosul akan berlanjut sampai dua tahun, dia mengatakan: “Dulu perang melawan ISIS diramal 30 tahun, kemudian turun menjadi 10 tahun. Beruntung, sekarang berkurang menjadi dua tahun, dan jumlah inipun akan segera turun lagi.”

Pernyataan Abadi ini di-iyakan oleh Presiden Hollande. Sembari menyatakan solidaritasnya kepada rakyat Irak dalam perang melawan ISIS dia mengaku optimis perang Mosul akan berakhir beberapa pekan mendatang dengan kemenangan bangsa Irak. (mm/rayalyoum/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL