Iraq's Prime Minister Nuri al-Maliki speaks during a conference about national reconciliation at the National Theatre in BaghdadBaghdad, LiputanIslam.com – Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki mengecam keras pemerintah Arab Saudi dan menyebut Irak sebenarnya sedang “berperang tanpa pasukan” melawan Saudi.

Menurut laporan jaringan berita televisi al-Jazeera Selasa (22/4/2014), Maliki dalam wawancara dengan TV al-Manar yang ditayangkan Senin lalu juga menyebut Saudi sebagai “negara banyak masalah” yang tidak akan bertahan jika tidak mengubah kebijakan-kebijakan politiknya.

Maliki memastikan negaranya akan mengubah iklim hubungan negaranya dengan Saudi yang, menurutnya, telah menimbun banyak masalah, termasuk mensponsori terorisme di Irak, Suriah dan Yaman. Dia juga mengungkapkan bahwa setelah upayanya gagal untuk mengatasi kekecewaan Irak terhadap Saudi, pemerintah Amerika Serikat cukup lama berusaha menengahi kemelut hubungan Baghdad-Riyadh namun sia-sia belaka.

PM Irak menilai rezim Saudi tidak akan bisa bertahan jika masih bertahan pada kebijakan politiknya selama ini, termasuk mensponsori kelompok-kelompok teroris seperti Front al-Nusra dan Daulah Islam Irak dan Syam (ISIL).

Sementara itu, jaringan berita televisi al-Alam melaporkan bahwa dalam wawancara yang sama Nouri al-Maliki menolak mentah-mentah wacana disintegrasi Irak dan penundaan pemilihan parlemen yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 30 April 2014.

“Di Irak tidak ada sektarianisme mazhab, yang ada adalah sektarianisme politik yang dijalankan oleh para politisi untuk merebut dukungan rakyat,” ujar Maliki.

Mengenai wacana disentegrasi Kurdi Irak, dia menegaskan bahwa kawasan Kurdistan maupun kawasan-kawasan Irak lainnya tidak berhak memisahkan diri karena disentegrasi bertentangan dengan amanat konsitusi bahwa Irak adalah negara kesatuan yang merdeka. (mm/aljazeera/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL