Baghdad, LiputanIslam.com –  Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi dalam sebuah pernyataannya, Ahad (29/7/2018) mengumumkan pemecatan Menteri Kelistrikan Irak Qassim al-Fahdawi oleh Abadi menyusul maraknya aksi unjuk rasa protes anti korupsi dan  buruknya layanan kelistrikan.

Pernyataan itu juga memuat instruksi penyelidikan internal pemerintahan terhadap peran al-Fahdawi dalam memburuknya layanan kelistrikan.

Pihak Fahdawi hingga saat ini belum memberikan komentar terkait keputusan tersebut, demikian dilansir Reuters.

Gelombang protes belakangan ini melanda kota-kota di Irak selatan. Aksi ini dipicu oleh pemadaman listrik di tengah kemarau panjang yang panas, minimnya kesempatan kerja dan layanan pemerintah, dan maraknya korupsi.

Masyarakat semakin gusar manakala para politisi kesulitan membentuk pemerintahan baru usai pemilu parlemen 12 Mei lalu yang diwarnai dugaan kecurangan sehingga marak desakan penghitungan ulang.

Perdana Menteri Irak Sabtu lalu (28/7/2018) juga memecat lima anggota komisi pemilihan lokal setelah mereka dituduh melakukan korupsi selama proses pemilu parlemen 12 Mei lalu.

Abadi bertindak demikian setelah ulama Syiah terkemuka Irak, Grand Ayatollah Ali al-Sistani, pada Jumat lalu mendesak pemerintah agar menindak korupsi demi meredakan kerusuhan. (mm/alalam/reuters)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*