irak operasi pembebasan tikritBaghdad, LiputanIslam.com – Perdana Menteri (PM) Irak Haider Abadi selaku panglima tertinggi angkatan bersenjata Irak menegaskan bahwa pembebasan Tikrit, ibu kota provinsi Salahuddin, “sudah ada di tangan”. Bersamaan dengan ini, sekitar 2000 relawan baru dilaporkan telah bergabung dalam operasi pembebasan kota kelahiran diktator Irak terguling Saddam Hossein tersebut.

“Pembebasan Tikrit sudah ada di tangan, dan kami sangat konsen kepada beberapa hal berupa penyebaran pasukan, perlindungan terhadap warga sipil dan para pejuang di medan pertempuran, di samping aspek kemanusiaan… Operasi keamanan dan militer di provinsi Salahuddin berjalan sesuai jadwal,” ungkap Abadi dalam statemen yang dirilis kantor Perdana Menteri Irak, sebagaimana dilansir Alalam, Kamis (19/3/2015).

Dia menambahkan, “Keberadaan pasukan militer dan para pejuang kami adalah demi melindungi warga yang memang merupakan tujuan mendasar dan substansial bagi kami… Operasi militer berjalan di beberapa front di Salahuddin, Anbar dan Mosul. Kami berusaha menuntaskan halaman-halaman terakhir kebercokolan ISIS di bumi Irak.”

PM Irak juga menyinggung adanya “para penghasut yang berusaha menebar racun melalui klaim-klaim kotor.”

“Mereka tak patut didengar karena mereka memang tidak menghendaki kebaikan di Irak…Kabar gembira pembebasan Salahuddin akan segera berhembus, dan bahwa operasi pembebasan Salahuddin telah menegaskan solidaritas nasional antara anak-anak bangsa kami dan pasukan keamanan mereka,” tegas Abadi.

Lebih jauh dia menyebutkan bahwa di kawasan Timur Tengah sedang terjadi pergumulan regional, namun Irak tidak akan menjadi bagian dari itu karena yang terpenting bagi pemerintah Irak ialah berpihak kepada bangsa dan negerinya.

Ribuan Relawan Baru Bergabung

Sekitar 2000 personil relawan baru dilaporkan telah bergabung dalam operasi pembebasan Tikrit, ibu kota Salahuddin.
Mengutip pernyataan seorang pejabat keamanan Salahuddin, al-Sumaria News Kamis (19/3/2015) melaporkan bahwa satu kelompok pasukan yang terdiri atas 1,500 – 2,000 personil dari Brigade al-Shulh dan Brigade Hizbullah telah masuk ke pangkapan Spiecher di utara Tikrit bersama kendaraan serta amunisi dan perlengkapan perang mereka untuk bergabung dalam operasi pembebasan Tikrit.

“Diharapkan, operasi serangan ke pusat kota Tikrit akan segera dimulai dalam 48 jam ke depan,” ungkap pejabat yang tak disebutkan namanya itu.

Seperti diketahui, operasi pembebasan Tikrit dengan sandi “Labbaika Ya Rasullah” telah dimulai sejak 1 Maret lalu dengan instruksi langsung dari PM Abadi. Operasi ini melibat tentara Irak serta para relawan Syiah dan Sunni serta kelompok-kelompok pasukan adat.

Berbagai laporan menyebutkan sebanyak 90 persen wilayah Tikrit sudah terlepas dari cengkraman ISIS, namun gerak maju kemudian tersendat oleh banyaknya bom dan bahan peledak yang ditanam ISIS di jalan-jalan. Selain itu, pemerintah Irak juga beralasan demi menghindari jatuhnya korban di pihak warga sipil. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*