haider-abadi-dan-tentara-irakBaghdad, LiputanIslam.com –   Perdana Menteri Irak Haider Abadi menyatakan bahwa operasi pembebasan kota Mosul, Irak utara, “dari kezaliman kelompok teroris ISIS” sudah dekat, “dan sebagaimana dalam beberapa hari terakhir ini bendera nasional Irak telah dikibarkan di Shurkat dan Qayarah, bendera ini juga akan segera dikibarkan di jantung kota Mosul.”

Pernyataan ini ditujukan Abadi terutama kepada penduduk Mosul, dan disampaikan langsung dalam kata sambutannya pada acara peresmian radio “Suara Republik Irak di Mosul”, Selasa (4/10/2016).

Dua hari sebelumnya, stasiun Radio ISIS di Mosul dihantam serangan udara dan kemudian dioperasikan radio baru milik pemerintah Irak dengan nama tersebut.

Perdana Menteri Irak selaku panglima tertinggi angkatan bersenjata Irak meminta penduduk Mosul bekerjasama sepenuhnya dengan pasukan Irak dalam proses operasi pembebasan Mosul.

“Hampir semua kota Irak sudah kami bebaskan dari kekuasaan kelompok teroris ISIS, dan kemenangan rakyat Irak ini akan sempurna dengan pembebasan Mosul dalam waktu dekat,” ujarnya.

Dia kemudian berkata kepada penduduk Mosul, “Kami sudah berada di dekat Anda, dan Andapun sudah dekat dengan kami.”

Haider Abadi tidak menyebutkan secara persis kapan operasi pembebasan itu akan dimulai, tapi media di Irak memperkirakan bahwa operasi militer Irak memang sudah dekat. Selain itu, salah seorang pemimpin suku Arab lokal yang meminta identitasnya dirahasiakan memperkirakan bahwa operasi pembebasan Mosul akan dimulai pertengahan bulan ini.

Pemimpin bidang media cabang 14 Partai Demokrasi Kurdistan Irak Said Mamouzini memastikan ISIS sudah tidak memiliki daya tempur sehingga yang dapat mereka lakukan hanyalah melakukan aksi pengrusakan dan mengerahkan pasukan bom bunuh diri sehingga tidak akan bisa bertahan lama dalam pertempuran di Mosul nanti.

Berdasarkan kesepakatan antara pemerintah pusat Irak di Baghdad dan pemerintahan semi-otonomi Kurdistan Irak di Arbil, operasi pembebasan Mosul selain melibatkan tentara Irak mula-mula juga akan melibatkan pasukan Kurdi Peshmerga dan relawan al-Hasdh al-Shaabi, tapi selanjutnya Peshmerga dan relawan itu tidak akan ikut masuk ke dalam kota Mosul. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL