New Iraqi Prime Minister Abadi listens to U.S. Secretary of State Kerry after a meeting in BaghdadWashington, LiputanIslam.com – Perdana Menteri (PM) Irak Haider Abadi mengingatkan bahwa konflik di Yaman dapat menyulut perang total di kawasan Timur Tengah. Sebagaimana dilaporkan Reuters dari Washington, hal ini dia kemukakan usai pertemuan dengan para pejabat Amerika Serikat (AS) di Washington.

“Ini (perang Yaman) dapat memicu perang baru di seluruh akwasan. Kami tidak menghendaki adanya perang sektarian lagi di kawasan,” katanya.

Menurut Abadi, para pejabat AS juga turut mencemaskan kemungkinan buruk tersebut dan berharap perang di Yaman dapat reda sesegera mungkin. Namun Abadi pessimis serangan Saudi dan sekutunya ke Yaman akan segera berakhir.

“Sulit untuk meyakinkan Saudi, tetangga Irak, supaya mengakhiri serangannya ke Yaman,” tuturnya dalam wawancara dengan sekelompok wartawan.

Saudi dan beberapa negara sekutunya, termasuk Mesir, Jordania, Sudan dan negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk, kecuali Oman, sudah tiga minggu ini melancarkan serangan udara ke Yaman dengan tujuan memaksa gerakan Ansarullah (Houthi) supaya mengembalikan kekuasaan kepada presiden tersingkir Yaman, Abd Rabbuh Mansur Hadi, yang melarikan diri ke Riyadh, ibu kota Saudi.

Mengenai upaya Iran untuk menyelesaikan konflik Yaman melalui jalur damai, PM Irak mengatakan, “Apa yang dapat saya tangkap dari pemerintahan Obama ialah bahwa Saudi tidaklah kooperatif dalam hal ini. Sementara ini mereka tidak menghendaki gencatan senjata.”

Saat ditanya apakah Obama juga sependapat dengannya bahwa serangan udara Saudi “berlebihan”, Abadi mengaku tidak ingin berbicara jauh soal sikap pemerintah AS, namun dia mengatakan, “Saya kira kami sepakat mengenai isu ini.”

Di pihak lain, Gedung Putih justru menegaskan kembali dukungan AS terhadap serangan Saudi dan sekutunya ke Yaman untuk menekan Ansarullah.

Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS Alistair Baskey mengatakan, “Kami sangat mendukung operasi yang dilakukan di bawah komando Dewan Kerjasama Teluk, dan karena itu kami sedang membantu operasi pasukan koalisi itu.”

Pernyataan Abadi soal AS juga ditanggapi oleh Duta Besar Saudi untuk AS, Adel Al-Jubeir. Dia mengaku belum pernah mendengar AS mengritik serangan Saudi dan sekutunya ke Yaman. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL