Iraq's Prime Minister Nuri al-Maliki speaks during a conference about national reconciliation at the National Theatre in BaghdadSamarra, LiputanIslam.com – Perdana Menteri (PM) Irak Nouri al-Maliki menyerukan kepada segenap elemen dan masyarakat Irak supaya tidak mendengarkan perkataan orang yang menggunakan istilah “Sunnah – Syiah” terkait krisis keamanan di Irak.

“Cukuplah sudah kalian menggunakan bahasa ini. Kita semua adalah anak-anak negeri yang satu, agama yang satu, kebangsaan yang satu, identitas yang satu serta tanggungjawab yang satu, dan kemanangan pasti segera datang bagi Irak. Jangan dengarkan orang yang berbicara tentang Sunnah dan Syiah,” kata Maliki di sela-sela pertemuannya dengan para komandan keamanan di kota Samarra, Irak, Sabtu (14/6/2014).

Dia juga mengatakan bahwa apa yang terjadi belakangan ini bukan karena kekurangan senjata, melainkan karena ada konspirasi.

Kepada gerilyawan Daulat Islam Irak dan Suriah (ISIS) dia menegaskan, “Semua ini hanyalah sesaat, dan gelombang relawan akan segera menyapu kalian.”

Dia juga mengingatkan bahwa pemerintah Irak pasti akan menindak tegas tentara Irak yang telah melakukan desersi dan meninggalkan pos-pos mereka hingga Mosul jatuh ke tangan ISIS.

Situasi Irak membara menyusul serbuan gerilyawan ISIS ke Mosul serta jatuhnya kota ini ke tangan kelompok teroris terafiliasi dengan al-Qaeda tersebut pada tanggal 10 Juni lalu. Krisis keamanan ini membuat Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki mengumumkan status siaga penuh, para ulama dari semua mazhab menyerukan fatwa jihad melawan ISIS, dan tentara Irak bersama ribuan relawanpun bahu membahu memerangi militan ISIS. (mm/alsumaria)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL