Baghdad, LiputanIslam.com –  Perdana Menteri Irak Haeder Abadi memastikan kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) “sedang runtuh” di Tal Afar sehingga pasukan Irak mudah menjangkau pusat kota kecil ini dua hari setelah memulai operasi operasi pembebasan.

Dalam jumpa pers mingguannya usai memimpin rapat kabinet di Baghdad, Selasa (22/8/2017), dia mengatakan, “Di tengah keruntuhan teroris ISIS, pasukan militer terus bergerak menuju pusat Tal Afar setelah menyerbunya dari dua arah timur dan selatan.

Sebelumnya di hari yang sama pasukan Irak berhasil mencapai Tal Afar dan menguasai distrik al-Kafah Utara di bagian barat kota ini dan distrik al-Nur di bagian timurnya.

Mengenai rencana Kurdi untuk menyelenggarakan referendum disintegrasi, pada kesempatan yang sama Abadi mengatakan, “Pembicaraan dengan delegasi Kurdi tentang ini sepenuhnya blak-blakan, dan kami berbicara dengan mereka bertolak dari Irak yang satu, bukan yang terpecah belah.”

Dia menambahkan bahwa pihaknya cukup “menyerukan kepada para pemimpin Kurdi untuk berpikir serius menghindari keputusan disintegrasi.”

Delegasi Kurdi yang terdiri atas tujuh politisi datang ke Baghdad pekan lalu dan mengadakan beberapa pertemuan dengan para pemimpin tiga lembaga tinggi negara Irak serta para pemimpin partai dan para dubes negara-negara sahabat Irak.

Banyak pihak di Irak, termasuk di wilayah Kurdi sendiri, serta berbagai negara mengecam rencana referendum Kurdi Irak. Namun demikian, ketua wilayah otonomi Kurdi Irak Masoud Barzani kembali menegaskan komitmennya untuk tidak menunda penyelenggaraan referendum itu pada tanggal 25 September 2017.

Pemerintah Irak menolak tegas referendum itu dan menyebutnya bertentangan dengan konstitusi Irak tahun 2005 serta tidak bermaslahat bagi Kurdi. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL