Baghdad, LiputanIslam.com –   Perdana Menteri Irak Adel Abdul-Mahdi menyadakan bahwa ada pihak-pihak musuh Iran maupun Amerika Serikat (AS)  yang menginginkan perang antara kedua negara, namun Iran bergerak untuk “mencabut sumbu krisis”.

“Negara-negara di dunia menyambut baik upaya untuk menyelesaikan krisis antara Washington dan Teheran,” katanya kepada wartawan di Baghdad, ibu kota Irak, sebagaimana dikutip Rai al-Youm Rabu (29/5/2019).

Baca: AS Tuding Iran Berada Di Balik Serangan Ke Kapal-Kapal Di Dekat Perairan UEA

Perdana Menteri Abdul-Mahdi menjelaskan, “Dalam kunjungan Menteri Luar Negeri Iran ke Baghdad baru-baru ini, kami membahas banyak hal terkait dengan eskalasi saat ini antara Teheran dan Washington untuk menemukan solusinya, dan kami mendengar dari pihak Iran pesan-pesan meyakinkan bahwa mereka tidak ingin perang, tetapi pada saat yang sama menolak segala kebijakan untuk melumpuhkan dan menyudutkan Iran, dan Irak memainkan peranan penting dalam masalah ini.”

Dia menambahkan, “Kami tidak bermaksud menengahi antara Tehera dan Washington, tapi kami memainkan peranan positif dengan semua pihak, dan semua menyambut baik dan memotivasi peran ini.”

Baca: Al-Araby Al-Jadeed: Trump Akhirnya Mundur di Depan Kebandelan Iran

Seperti diketahui, kawasan Teluk Persia belakangan diwarnai ketegangan antara AS dan Iran. Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz yang dilewati oleh 40 persen pasokan minyak dunia, setelah Washington memperketat sanksi terhadap Iran, khususnya di sektor perminyakan.

AS telah menerahkan pasukan militer ke kawasan itu meskipun Presiden AS Donald Trump juga mengaku  tidak ingin berperang dengan Iran, sebagaimana Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Sayyid Ali Khamenei juga menyatakan keengganan negaranya berperang dengan AS. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*