Baghdad, LiputanIslam.com –  Perdana Menteri Irak Haider Abadi, Sabtu (22/7/2017), membantah rumor bahwa sebanyak 40,000 warga sipil terbunuh di Mosul. Dia juga menepis kabar bahwa pasukan relawan al-Hashd al-Shaabi akan segera dibubarkan.

Di depan para komandan pasukan relawan ini Abadi menegaskan bahwa al-Hashd al-Shaabi tetap akan dipertahankan keberadaannya karena, menurutnya, tantangan dan ancaman bagi Irak masih belum berakhir.

Dia memastikan bahwa semua kasak-kusuk yang berkembang belakangan ini mengenai pembubaran al-Hashd al-Shaabi sama sekali tidak benar. Namun dia menyebutkan bahwa persoalan terpenting berkenaan dengan al-Hashd al-Shaabi ialah tidak mencampuri urusan politik karena bagaimana juga pasukan ini merupakan sebuah lembaga keamanan.

Beberapa laporan dari media Barat pekan lalu menyebutkan bahwa sebanyak 40,000 warga sipil Mosul terbunuh dalam operasi pembebasan kota di Irak utara ini. Menanggapi kabar ini Abadi menegaskan bahwa jumlah itu tidak benar.

“Warga yang terbunuh dalam operasi pembebasan Mosul berjumlah 1300 orang,” katanya.

Dia menambahkan bahwa total jumlah teroris ISIS yang terbunuh di provinsi Nineveh, Irak utara, 30,000 orang.

Mosul, ibu kota provinsi Nineveh, jatuh ke tangan ISIS pada tahun 2014, dan baru berhasil dibebaskan pada 10 Juli 2017 setelah 37 bulan diduduki ISIS. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL