malikiBaghdad, LiputanIslam.com – Pemerintah Baghdad mengancam akan membatalkan perjanjian keamanannya dengan pemerintah Washington. Menurut laporan FNA Senin (7/7/2014), ancaman itu dilansir oleh surat kabar The Sunday Times berdasar pernyataan narasumber yang dekat dengan Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki.

Narasumber itu mengatakan bahwa Maliki mengancam akan membatalkan perjanjian keamanan Irak dengan Amerika Serikat (AS) untuk kemudian digantikan dengan Rusia dan Iran.

“Bisa jadi dia (Maliki) akan membatalkan perjanjian strategisnya dengan AS. Perjanjian yang diteken oleh kedua pihak pada tahun 2008 itu menjelaskan berbagai persoalan kerjasama politik, ekonomi dan keamanan antara Washington dan Baghdad,” ungkap sumber yang tidak disebutkan namanya tersebut.

Sumber itu menjelaskan bahwa Maliki kecewa karena AS tidak memberikan dukungan yang semestinya kepada Irak dalam perang melawan terorisme kelompok militan Daulah Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Menurut The Sunday Times, sejauh ini AS sudah mengirim sebanyak 600 pasukan ke Irak, namun Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengajukan syarat adanya perubahan pemerintahan Irak untuk pemberian bantuan AS secara lebih besar kepada Irak. Di pihak lain, Perdana Menteri Irak enggan memberikan konsesi apapun kepada AS dalam masalah ini.

Surat kabar yang bermarkas di Inggris itu menyebutkan Presiden AS Barack Obama akan sangat terpukul jika perjanjian itu jadi dibatalkan. Mengutip pernyataan sumber tersebut, The Sunday Times menulis, “Jika Maliki membatalkan perjanjian itu maka Obama akan menyaksikan bagaimana Rusia dan Iran akan mengisi kevakuman yang ada, terlebih di bidang perjanjian militer dan logistik.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL