Ramallah, LiputanIslam.com –  Dewan Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Sabtu malam (3/2/2018), menyatakan pihaknya akan membentuk dewan tinggi pelaksana keputusan “penangguhan pengakuan atas negara Israel sampai Israel mengakui negara Palestina.”

Dewan ini menyatakan “telah memutuskan pembentukan dewan tinggi pelaksana keputusan Dewan Pusat Palestina yang mencakup penangguhan pengakuan atas negara Israel sampai ia mengakui negara Palestina dengan perbatasan tahun 1967, membatalkan keputusan aneksasi Al-Quds (Yerussalem) timur, dan menghentikan proyek permukiman.”

Dewan Pusat Palestina pada 16 Januari lalu menyatakan telah menugaskan dewan pelaksana keputusannya, terutama mengenai penangguhan pengakuan atas Israel.

Pernyataan-pernyataan ini merupakan bagian dari reaksi Palestina terhadap keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui Al-Quds sebagai ibu kota Israel dan memindah Kedubes AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Al-Quds.

Dewan Eksekutif PLO dalam pernyatan Sabtu malam lalu juga mengaku telah meminta kepada pemerintah otonomi Palestina “segera memulai penyiapan langkah-langkah dan rencana-rencana pemutusan hubungan dengan otoritas pendudukan Israel di level politik, administrasi, ekonomi, dan keamanan lalu diserahkan kepada dewan pelaksana untuk implementasinya dengan dimulai dari pembatasan hubungan keamanan dengan pihak Israel.” (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*