palestina wasil abu yusufRamallah, LiputanIslam.com – Anggota Dewan Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Wasil Abu Yusuf menilai “salah besar” jika negara-negara Arab sampai mengadakan pertemuan dengan Rezim Zionis Israel ketika Intifada al-Quds dan agresi kaum Zionis masih berlanjut.

“Di tengah situasi intifada Palestina dan jatuhnya sedemikian banyak syuhada, korban luka dan korban penangkapan, pertemuan seperti itu akan membuat Rezim Zionis merasa tidak bermasalah apabila meningkatkan agresinya terhadap bangsa Palestina,” tuturnya kepada IRNA, Selasa (26/1).

Media Timteng belakangan ini ramai memberitakan mengenai pertemuan-pertemuan tertutup maupun terbuka para petinggi Arab Saudi dengan para pejabat Israel serta sepak terjang Tel Aviv untuk menormalisasi hubungan dengan sejumlah negara Arab dan membuka pusat-pusat diplomatiknya, termasuk di Abu Dhabi.

Para petinggi Tel Aviv mengaku sekarang sudah mudah berkomunikasi dengan para pejabat negara-negara Arab semisal Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yang mereka sebut kubu moderat sebagai lawan negara-negara Arab yang resisten (muqawamah) terhadap Israel semisal Lebanon dan Suriah.

Mengenai intifada rakyat Palestina, Abu Yusuf mengatakan, “Kita sekarang perlu melanjutkan intifada melalui cara apapun yang memungkinkan, skup penyebarannya harus diperluas supaya dapat menjangkau semua wilayah pendudukan Palestina.”

Dia menambahkan, “Kondisi internal harus dibenahi, keterbelahan harus diatasi, persatuan nasional harus dicapai, dan sekali lagi kita juga perlu menghubungi lembaga-lembaga internasional supaya agresi kaum Zionis dicegah.”

Dia mengimbau khalayak supaya tidak mementingkan laporan-laporan mengenai adanya upaya pertemuan ketua otoritas Palestina Mahmoud Abbas dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

“Perundingan ini bukan berarti dimulainya perundingan damai, dan hal yang mengemuka sekarang hanyalah mengenai beberapa pertemuan bilateral semata… Netanyahu tidak akan bisa merealisasikan pertemuan seperti ini akibat dominannya kubu garis keras dalam kabinet koalisi Israel,” katanya.

Abu Yusuf menilai pembicaraan mengenai pertemuan itu semata-mata merupakan upaya Mahmoud Abbas untuk melempar bola ke wilayah Israel.

“Dia bermaksud mengatakan kepada masyarakat dunia bahwa rakyat dan para pejabat Palestina tidak menutup jalur solusi diplomatik, melainkan provokasi, kezaliman dan agresi Netanyahulah yang menimbulkan kebuntuan pada jalur ini,” pungkasnya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL