jubir kemlu pakistan qazi khalilullah

Jubir Kemlu Pakistan Qazi Khalilullah

Islamabad, LiputanIslam.com –   Pengaruh kerajaan kaya raya Arab Saudi memang luar biasa. Entah apa yang terjadi, negara sebesar Pakistan ternyata dapat berubah sikap atau plin-plan dalam hitungan hari atau bahkan jam ketika harus berhadapan dengan sepak terjang rezim sementereng Riyadh.

Betapa tidak, ketika banyak media dunia dan Pakistan sendiri Rabu lalu (16/12) ramai memberitakan keterkejutan Menteri Luar Negeri (Menlu) Pakistan Aizaz Chaudry atas pencantuman nama negaranya dalam koalisi anti teror gagasan Riyadh (Baca: “Koalisi Islam Anti-Teror”, Arab Saudi Main Catut Nama Sejumlah Negara), Kamis (17/12) tiba-tiba muncul pernyataan sebaliknya dari juru bicara Kementeri Luar Negeri (Kemlu) Pakistan Qazi Khalilullah.

Dalam jumpa pers mingguan dia mengatakan negaranya memang masuk dalam koalisi baru gagasan Saudi yang disebut-sebut melibatkan 34 negara itu, namun belum ada keputusan mengenai sejauhmana Pakistan akan berpartisipasi di dalamnya.

“Ya, kami adalah bagian dari itu (koalisi). Kami sudah memutuskan, dan kami menyambutnya,” katanya, seperti dilansir Daily Pakistan dan IRNA.

Dia menambahkan, “Mengenai tingkat keterlibatan Pakistan dalam koalisi ini, keputusan akan diambil setelah menerima rincian mengenai tujuan dan program koalisi ini, dan bisa jadi ini memerlukan waktu lama.”

Ditanya wartawan mengenai banyaknya laporan mengenai pengakuan kaget Aizaz Chaudry atas pencatutan nama Pakistan dalam koalisi oleh Saudi, dia membantah laporan tersebut dan mengatakan bahwa media telah memelintir statemen Chaudry.

Sebelumnya dan menyusul pemberitaan mengenai pernyataan Chaudry, Kemlu Pakistan Rabu sore merilis statemen bahwa Islamabad pada dasarnya mendukung koalisi pimpinan Saudi itu, namun masih menantikan rincian penjelasan untuk dapat memastikan sejauhmana partisipasi Pakistan nanti.

Dalam statemen itu terlihat pemerintah Pakistan berhati-hati dalam memilih dan menyusun kata sehingga mengggunakan kalimat “dengan syarat mendapat rincian” program dan aktivitas koalisi.

Namun demikian, esok harinya, ketika Khalilullah didesak wartawan secara bertubi-tubi supaya memberikan pernyataan tegas ya atau tidak terkait keanggotaan Pakistan dalam koalisi, dia tampak kuatir terjadi salah persepsi oleh media sehingga dia terpaksa berkata, “Pakistan adalah anggota koalisi baru Arab Saudi.”

Dia kemudian dicecar oleh pertanyaan wartawan, “Bagaimana suatu negara (Pakistan) yang tidak mengetahui rincian tujuan dan program koalisi dapat segera bergabung ke dalamnya?” Tanpa memberikan jawaban yang jelas, dia mengatakan bahwa statemen yang dikeluarkan oleh Kemlu Pakistan sudah sepenuhnya jelas.

Sementara itu, menurut laporan VOA, para pejabat Pakistan mengkonfirmasikan kepada beberapa media bahwa kebijakan Islamabad ialah tidak menggelar pasukan di luar negeri kecuali untuk misi PBB.

“Negara perlu mengambil tindakan dan perubahan kebijakan secara terpisah; aliansi biasanya tidak memenuhi tujuan jangka panjang,” ungkap Brigjen Purn. Sayid Nazir.

VOA juga melaporkan bahwa Menlu Pakistan sebelumnya juga mengaku kaget membaca laporan dari berbagai media bahwa Saudi menyebutkan nama Pakistan sebagai bagian dari aliansi kontra-terorisme pimpinan Saudi. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL