PFLP-in-gazaBeirut, LiputanIslam.com – Sekretaris Jenderal Front Rakyat Pembebasan Palestina (PFLP), Ahmed Jibril, mengaku optimis bahwa Suriah dan milisi Hizbullah yang berbasis di Lebanon tidak diam berpangku tangan menyaksikan perkembangan situasi di Palestina. Bersamaan dengan ini, Universitas al-Azhar, Mesir, menegaskan bahwa kekejaman Israel terhadap bangsa Palestina di Jalur Gaza telah menguras kesabaran umat Islam.

“Saya kira Suriah dan Hizbuyllah tidak akan sekedar menonton perkembangan peristiwa yang terjadi di Tepi Barat dan Jalur Gaza,” ujar Ahmed Jibril, sebagaimana dikutip al-Mayadeen Kamis (10/7).

Dia menyayangkan sikap negara-negara Arab di tengah krisis Palestina.
“Negara-negara Arab yang kerap berorasi tentang kebebasan dan pan-Arabisme ternyata tidak pernah memberi kami peluru barang satu butir,” keluhnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh beberapa negara Arab sekarang ialah mengupayakan gencatan senjata Palestina-Israel.

Sementara itu, Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir, merilisi statemen menyatakan bangsa-bangsa Arab dan umat Islam dunia tidak akan lama lagi bersabar menyaksikan keganasan Rezim Zionis Israel di Jalur Gaza.

Sebagaimana dilaporkan al-Youm al-Sabea, al-Azhar mengutuk keras agresi Israel di Jalur Haza dan menyebutnya sebagai tindakan kejam, tak berprikemanusiaan dan melanggar undang-undang internasional.

“Kesabaran bangsa-bangsa Arab dan umat Islam dunia tidak akan bertahan lama di depan agresi Israel,” ungkap al-Azhar.

Lebih lanjut, al-Azhar menegaskan bahwa bangsa Palestina berhak memiliki negara yang merdeka sepenuhnya di tanah Palestina sendiri dengan ibu kota Baitul Maqdis. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL