pilot suriahDamaskus, LiputanIslam.com – Pilot jet tempur Suriah yang tertembak jatuh oleh jet tempur Turki di propinsi Latakia, Suriah, dilaporkan selamat karena sempat menekan kursi lontar dan melakukan terjun payung.  Dia mengaku jetnya ditembak ketika sedang menjalankan misi memburu kelompok-kelompok teroris bersenjata di wilayah Suriah sendiri.

Tanpa menyebutkan nama sang pilot, laman al-Manar Senin (24/03/2014) menyebutkan bahwa jet tempur itu ditembak di titik wilayah Suriah yang berjarak sekitar 7 kilometer (km) dari garis perbatasan. Kepada TV Suriah pilot itu mengaku, “Saya mendapat tugas melancarkan operasi pemburuan kelompok-kelompok teroris di kawasan Suriah yang berjarak lebih dari 7 km dari garis perbatasan. Ketika saya tiba di kawasan yang dimaksud, melihat sasaran dan selesai melancarkan misi, tiba-tiba saya dihampiri misil yang ditembakkan oleh jet tempur Turki. Misil itu mengena bagian sayap sehingga saya terpaksa meninggalkan pesawat dengan menekan kursi lontar.”

Pilot itu menambahkan, “Saya melakukan pengeboman di wilayah Suriah sendiri, dan karena itu kepada pihak yang menjadikan saya sebagai sasaran ketahuilah bahwa  saya masih akan kembali kepada mereka. Saya dalam kondisi bugar dan dengan kondisi mental yang tinggi. Tekad saya sudah membaja dan siap untuk kembali ke medan pertempuran untuk memburu kelompok-kelompok teroris hingga tak ada lagi satupun teroris yang tersisa di negeri Suriah tercinta.”

Sementara itu, pasukan Suriah berhasil menguasai desa Samra di kawasan utara provinsi Latakia setelah terlibat konfrontasi sengit melawan teroris dan milisi bersenjata. Di provinsi yang sama, kontak senjata masih berlanjut di kawasan Kasab dan kawasan Beit Halibiyah, menurut laporan pihak oposisi Suriah.

Kantor berita Suriah, SANA, menyebutkan bahwa pasukan Suriah terus menggempur milisi bersenjata yang masuk dari wilayah Turki di kawasan Kasab hingga menyebabkan banyak kerugian pada pihak milisi. Tentara Suriah juga berhasil mengepung sebagian di antara mereka.

Dalam pertempuran Minggu (23/03/2014), Hilal al-Assad, saudara sepupu Presiden Suriah Bashar al-Assad, yang menjabat sebagai ketua Paramiliter Pertahanan Nasional Suriah tewas di kawasan Kasab. Paramiliter ini merupakan milisi yang dibentuk untuk mendukung operasi militer tentara Suriah melawan gerilyawan oposisi yang berambisi menggulingkan Presiden Bashar al-Assad.

Lembaga Pengawas Hak Asasi Manusia Suriah menyebutkan kepada Reuters bahwa Hilal terbunuh bersama tujuh anak buahnya dalam pertempuran melawan Front al-Nusra dan beberapa kelompok milisi lainnya. Kontak senjata sengit antara pasukan Suriah dan gerilyawan bermula sejak Jumat (21/03/2014) untuk mempebutkan kota Kasab di wilayah perbatasan Suriah-Turki. (mm/almanar/sana/alarabiya/reuters)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL