PFLP-in-gazaBaitulMaqdis, LiputanIslam.com – Front Rakyat Pembebasan Palestina (PFLP) menyatakan bertanggungjawab atas serangan ke sinagog yang telah menewaskan lima orang Zionis dan melukai sekitar 13 orang lainnya di Baitul Maqdis Barat yang terjadi Selasa pagi (18/11).

Elnashra menyebutkan bahwa sayap militer PFLP, Brigade Abu Mustafa, menyatakan kedua penyerang; Ghassan dan Uday Abu Jamal, adalah anggotanya, dan bahwa “serangan itu merupakan reaksi yang wajar atas serangan Israel ke Baitul Maqdis dan orang-orang Palestina.”

Tokoh senior PFLP Rabah Muhana menegaskan, “Orang-orang Palestina harus bekerja keras dengan menyatukan upaya dan mengakhiri perpecahan internal demi mengakhiri pendudukan ilegal Israel terhadap wilayah kami.”

Menurut Guardian, warga Zionis yang tewas antara lain seorang rabi Yahudi terkenal di Baitul Maqdis bernama Moshe Twersky. Ghassan dan Uday Abu Jamal sendiri gugur ditembak polisi Israel di lokasi peristiwa. (Baca juga: Palestina Membalas, Lima Pemukim Zionis Tewas, 13 Lainnya Cidera)

PFLP adalah faksi politik dan militer sayap kiri Palestina yang didirikan oleh George Habash dengan tujuan membebaskan Palestina dari tangan Zionis Israel melalui operasi gerilya. Dalam Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), PFLP adalah faksi terbesar setelah Fatah dan sering menunjukkan sikap keras dan tak sejalan dengan Fatah yang cenderung lunak terhadap Israel.

Sejak awal dibentuk hingga tahun 2000 faksi ini dipimpin oleh George Habash. Dia kemudian diganti oleh Abu Ali Mostafa alias Mustafa Ali Zabari yang gugur diserang Israel pada tahun 2001 dan kemudian dilanjutkan oleh Ahmad Sa’adat.

Ahmad Sa’adat sendiri pada tahun 2008 diadili dan divonis hukuman penjara 30 tahun oleh Israel dengan tuduhan memimpin sebuah organisasi teroris dan ilegal. Hingga sekarang dia masih mendekam di penjara Israel.

PLFP bermarkas di Ramallah, Tepi Barat, dan sayap militernya menggunakan nama tokohnya yang gugur, Brigade Abu Ali Mostafa. Organisasi memiliki tiga wakil di parlemen Palestina yang terdiri atas 132 orang.

Sementara itu, pasukan Zionis menangkap 14 orang anggota keluarga Ghassan Abu Jamal dan Uday Abu Jamal.

Kantor berita Palestina, Wafa, melaporkan bahwa ratusan tentara dan polisi Israel telah menyerbu kawasan Jabal al-Mubakir untuk mencari rumah Ghassan dan Uday yang masih bersaudara sepupu. Mereka kemudian mengepung rumah itu dan melarang penduduk keluar masuk ke lokasi, tapi lantas sempat terjadi bentrok dengan massa Palestina.

Pasukan Israel membubarkan massa dengan tembakan peluru karet dan gas air mata serta memblokir lokasi dengan pagar beton, kemudian menangkap 14 anggota keluarga Ghassan dan Uday. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL