peshmerga02Baghdad, LiputanIslam.com – Pasukan Kurdistan Irak, Peshmerga, Selasa kemarin (30/9) menyatakan pihaknya berhasil menguasai sepenuhnya distrik Rabi’ah yang terletak di wilayah perbatasan Irak dengan Suriah.

Berdasarkan keterangan seorang perwira Peshmerga, AFP melaporkan bahwa pasukan Kurdistan Irak berhasil menguasai distrik strategis itu serta membersihkannya dari keberadaan teroris organisasi teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) setelah sebelumnya berhasil menguasai distrik Saudiah dan Mahmudiah dan terjadi pula pertempuran di pusat distrik Rabiah yang berjarak sekitar 100 kilometer barat laut Mosul.

Saat itu pasukan Peshmerga memulai operasi militer sejak Selasa dini hari di tiga front, yaitu di utara Mosul yang masih dikuasai ISIS serta selatan kota Kirkuk dan distrik di wilayah perbatasan antara Irak dan Suriah. Di utara Mosul mereka melancarkan serangan di kawasan Zumar dekat bendungan Mosul.

Pasukan Peshmerga untuk perlindungan Sinjar menyatakan bahwa setelah menguasai Rabiah mereka segera bergerak menuju distrik Sinjar. Pasukan itu menambahkan bahwa sekitar 100 petempur ISIS tewas diterjang operasi militer Peshmerga dan serangan udara sepanjang dua hari lalu.

Sementara itu, sumber-sumber militer Amerika Serikat (AS) menyatakan telah melancarkan serangan udara sebanyak 4100 kali sejak pasukan koalisi anti ISIS mulai melancarkan serangan di Irak dan Suriah pada 8 Agustus lalu. Dari jumlah itu sebanyak 40 serangan dilakukan oleh pesawat-pesawat tempur dari lima negara Arab, yaitu Jordania, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Qatar.

Selasa kemarin koalisi itu melancarkan serangan anti ISIS di kawasan dekat kota Ain al-Arab (Kurdi: Kobane), Suriah, tapi ternyata tak dapat menghentikan pergerakan pasukan ISIS menuju kota berpenduduk Kurdi Suriah tersebut.

Serangan koalisi anti ISIS belakangan ini malah mendapat kecaman dari lembaga internasional Pengawas Hak Asasi Manusia (Human Right Watch/HRW) karena telah menjatuhkan banyak korban tewas dan luka di pihak warga sipil. HRW bahkan meminta supaya kasus itu diselidiki karena berpotensi melanggar undang-undang perang. (Baca: HRW Minta Serangan AS ke Suriah Diselidiki Karena Menjatuhkan Korban Sipil)

Laporan terbaru dari Iraq Press Selasa kemarin menyebutkan bahwa di Irak juga telah jatuh banyak korban sipil akibat serangan udara AS. Enam warga Irak, satu di antaranya perempuan dan dua anak kecil, dari satu keluarga tewas terkena serangan udara AS di kawasan Zumar, Mosul.

Sehari sebelumnya, sebanyak 26 warga sipil Suriah juga tewas diterjang serangan udara AS di empat provinsi Suriah. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL