Houthi fighters ride a military truck outside the Presidential Palace in SanaaSanaa, LiputanIslam.com – Di tengah ketegangan hubungan antara kelompok Ansarullah atau Syiah al-Houthi, seorang perwira militer Yaman, Jalal al-Sayyad, mengklaim bahwa rudal-rudal yang dimiliki Ansarullah dapat menjangkau kedalaman wilayah Arab Saudi.

Dalam wawancara dengan Masr al-Arabia Minggu kemarin (15/3/2015) dia menjelaskan bahwa Ansarallah telah mengirim senjata dan peralatan perangnya dalam jumlah besar ke wilayah Sa’dah di bagian utara Yaman, dan dengan demikian bahwa persenjataan milisi yang menguasai Sanaa, ibu kota Yaman, itu dapat menjangkau kedalaman teritori Arab Saudi.

“Latihan militer yang belum lama ini dilakukan Ansarullah di dekat perbatasan Arab Saudi ancamannya bagi Arab Saudi tak sebesar rudal-rudal yang dipindah oleh gerakan ini ke Sa’dah,” ujarnya.

Sebelumnya, Ismail al-Ja’ifi yang mengaku sebagai kepala staf Divisi 55 Angkatan Bersenjata Yaman mengklaim bahwa setelah menang di Sanaa pada 21 September 2014 Ansarullah telah meraih senjata penangkis serangan udara milik Angkatan Bersenjata.
Beberapa laporan juga menyebutkan bahwa Ansarullah telah menguasai 70 persen fasilitas Angkatan Bersenjata Yaman dengan kerjasama beberapa perwira tinggi militer Yaman.

Bersamaan dengan ini, pemimpin Ansarullah Abdul Malik al-Houthi justru menegaskan pihaknya sangat mengharapkan perluasan hubungan diplomatik Yaman dengan semua negara Arab dan Islam regional dengan prinsip saling menghormati kedaulatan nasional dan keterjauhan dari tindakan campurtangan dalam urusan internal negara masing-masing.

“Sebagai bangsa Yaman yang berdaulat dan merdeka, kami siap menandatangani kesepakatan kerjasama dengan setiap negara Arab dan Islam regional,” katanya dalam jumpa pers di Sanaa, Minggu kemarin, sebagaimana dilansir lembaga pemberitaan Saba.

Dia juga menyatakan bahwa hubungan Yaman dengan Arab Saudi masih terjalin.

“Hubungan kami dengan Arab Saudi belum terputus. Komunikasi tidak langsung dengan Riyadh telah terjalin dalam dua hari lalu dan telah ditegaskan di dalamnya kesiapan untuk memulihkan hubungan bilateral berdasarkan prinsip saling hormat dan menghindari campurtangan urusan internal, dan untuk pertukaran kepentingan kolektif.”

Dia menambahkan, “Kami menyambut baik segala bentuk hubungan dengan negara-negara Arab dan Islam berdasarkan iktikad untuk tidak saling mencampuri urusan internal Yaman atau pemaksakan agenda politik dalam pengambilan keputusan negara ini.”

Menjawab pertanyan mengenai hubungan antara Iran dan Yaman dia mengatakan, “Kami mengupayakan hubungan yang seimbang dengan seluruh negara Arab dan regional. Kami menyambut siapapun yang hendak membantu Yaman tanpa prasyarat apapun.”

Mengenai kaburnya presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi ke Aden dia menuding Hadi sengaja kabur ke kota di wilayah selatan Yaman itu dengan tujuan mengobarkan krisis baru antarpartai politik Yaman yang sudah berada di ambang kesepakatan final untuk membebaskan negara ini dari krisis. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*