perundingan nuklir iranWashington, LiputanIslam.com –   Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marie Harf menyatakan bahwa kesepakatan sementara yang dicapai oleh kelompok P5+1 dan Teheran  mengenai proyek nuklir Iran diperjanjang hingga Jumat depan (10/7), dan dengan demikian maka perundingan untuk mencapai kesepakatan final diperpanjang hingga hari tersebut.

“Untuk memberikan waktu tambahan, kami mengambil langkah-langkah teknis yang urgen agar pelaksanaan tindakan bersama (kesepakatan 2013) dapat berlaku sampai 10 Juli,” ungkapnya, seperti dikutip Alalam, Selasa (7/7).

Secara terpisah, Perwakilan Tinggi Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa mengatakan bahwa perundingan ini akan berlanjut hingga beberapa hari ke depan dan melampaui batas akhirnya yang jatuh pada hari Selasa (7/7).

“Kami akan melanjutkan pembicaraan pada beberapa hari mendatang… Ini bukan berarti kami memperpanjang tenggat waktu. Sudah pernah saya katakan kira-kira sepekan lalu bahwa kami mengartikan tenggat waktu yang telah kami tetapkan itu secara lunak, yakni bahwa kami mengambil waktu dan hari-hari yang kami butuhkan untuk menyukseskan kesepakatan,” katanya.

Dia menambahkan, “Masih ada kemungkinan untuk meraih kesepakatan,  walaupun kami sekarang sedang berjalan dengan sulit. Kami di sini tetap melanjutkan tindakan bersama semua pihak, delegasi enam yang ada di sini.”

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov kepada kantor berita Interfax mengatakan bahwa salah satu problema utama yang harus diselesaikan ialah menyangkut pencabutan sanksi senjata yang diterapkan Dewan Keamanan PBB terhadap Iran pada tahun 2010.

Kantor berita RIA Novosti juga mengutip pernyataan Lavrov bahwa semua pihak sepakat untuk mencabut sebagian besar sanksi terhadap Iran, namun masih ada kendala besar terkait pencabutan sanksi senjata. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL