iran UE AS dan omanMuscat, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) Oman Yusuf bin Alawi bin Abdullah mengatakan bahwa perundingan tahap ketiga antara Iran dan negara-negara Barat berkenaan dengan program nuklir Iran dilangsungkan di Muscat, ibu kota Oman, sesuai kesepakatan semua pihak, dan ini juga menjadi kesempatan bagi kerajaan Oman untuk mengupayakan pendekatan antara Arab Saudi dan Iran.

Pertemuan itu sendiri diselenggarakan di Muscat Ahad kemarin (9/11) dan diperpanjang hari ini, Senin (10/11), dua pekan menjelang berakhirnya tenggat waktu pencapaian kesepakatan penting mengenai program nuklir Iran. Pertemuan berlangsung di sebuah hotel dan dihadiri oleh Menlu Iran Mohammad Javad Zarif, Utusan Uni Eropa (UE) Catherine Ashton, dan Menlu AS John Kerry.

“Pertemuan tahap ketiga antara Iran dan UE mengenai program nuklir Iran di Muscat dilakukan dengan kesepakatan semua pihak supaya pertemuan berlangsung dengan pengawasan Oman, dan kerjaan Omanpun menyambutnya dengan baik,” ujarnya dalam wawancara yang dimuat Asharq al-Awsat, Ahad (9/11).

Dia kemudian mengatakan bahwa perselisihan antara sebagian negara Arab Teluk Persia dengan Iran umumnya disebabkan oleh perbedan pendapat mengenai isu-isu regional. Menurutnya, tidaklah maslahat bagi semua pihak jika negara-negara Arab Teluk berkumpul untuk memusuhi negara seperti Iran.

“Memusuhi Iran dalam situsiasi sekarang kerugiannya akan sangat besar,” tuturnya.

Mengenai kemungkinan Oman berperan dalam upaya pendekatan antara Riyadh dan Teheran, dia mengatakan, “Kami akan berusaha, dan ini mendapat sambutan baik dari kerajaaan (Oman), namun segala sesuatu tentu ada waktunya.”

Dia menambahkan bahwa pemerintah Iran juga berharap Oman memainkan peranan ini.

Lebih lanjut dia mengatakan, “Ada keyakinan (dari semua pihak) bahwa masa depan kawasan ini harus diwarnai kerukunan antarnegara tetangga, dan kerukunan ini memerlukan penataan kepentingan-kepentingan yang ada.”

Mengenai perselisihan negara-negara Arab Teluk sendiri dengan Qatar, Menlu Oman mengimbau supaya pertemuan puncak negara-negara Teluk Persia diselenggarakan di Doha sesuai rencana.

“Perselisihan tidak akan dapat diselesaikan kecuali dengan pertemuan dan dialog…dan kita semua tidak semestinya berkutat pada masa lalu,” pungkasnya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL