serangan saudi ke yaman4Sanaa, LiputanIslam.com – Juru bicara resmi gerakan Ansarullah (Houthi) Mohammad Abdel Salam menyatakan bahwa diskusi masih belum tuntas mengenai reperentasi antarkomponen politik yang harus terlibat dalam perundingan Jenewa, Swiss, yang dicanangkan untuk mengatasi kemelut Yaman. Demikian dilaporkan Alalam, Rabu (10/6).

Di halaman Facebooknya Abdel Salam juga menyatakan pihaknya belum menerima penjelasan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai prosedur yang diperlukan untuk pelaksanaan perundingan tersebut.

Hal ini dinyatakan jubir Ansarullah dua hari menjelang penyelenggaraan perundingan yang diserukan oleh Sekjen PBB Ban Ki-moon kepada semua komponen politik Yaman agar ikut serta dalam perundingan di Jenewa ini tanpa syarat.

Partai-partai politik Yaman dalam suratnya kepada Ban menyatakan bahwa agresi Saudi dan sekutunya masih berlanjut ketika PBB sedang berusaha keras untuk memulai lagi dialog antarkomponen Yaman.

Mereka menilai serangan itu bertujuan menggulingkan sebagian otoritas politik yang sudah mendapatkan pengakuan.
Sementara itu, situasi di lapangan menunjukkan bahwa di hari ke-76 serangan udara Saudi terhadap aman justru kian gencar hingga menambah jumlah korban yang banyak di antaranya adalah kaum perempuan dan anak kecil. Sehari sebelumnya, serangan Saudi juga menjatuhkan puluhan korban tewas.

Membalas serangan itu, tentara Yaman bersama komite-komite revolusi yang terafiliasi dengan Ansarullah menyerbu dan menggempur posisi-posisi tentara Saudi di kamp militer Tuwailaq, Mi’zab dan Dukhkhan di Jizan dengan mortir. TV al-Masirah milik Ansarullah menayangkan detik-detik peristiwa operasi penyerbuan tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL