Teheran, LiputanIslam.com –  Pertemuan puncak segi tiga Presiden Iran Hassan Rouhani, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Teheran, Jumat (7/9/2018) menghasilkan kesepakatan untuk menangani situasi di zona de-eskalasi di provinsi Idlib, Suriah sesuai kesepakatan yang dicapai di Astana, Kazakhstan.

Dalam deklarasinya mereka menyatakan gembira atas prestasi yang telah dicapai di Astana, terutama sejak Januari 2017, keberhasilan membatasi kekerasan di semua penjuru Suriah, dan partisipasi dalam upaya mewujudkan perdamaian, keamanan dan stabilitas Suriah.

Tiga pemimpin itu menekankan komitmen mereka pada kedaulatan, kemerdekaan, dan keutuhan wilayah Suriah sesuai tujuan dan prinsip Piagam PBB, menolak segala bentuk upaya menciptakan realitas baru di Suriah dengan dalih penumpasan teroris, dan menentang agenda-agenda disintegrasi yang notabene bertujuan menghancurkan kedaulatan dan integritas wilayah Suriah serta mengacaukan keamanan negara-negara tetangganya.

Mereka menyatakan telah mendiskusikan kondisi faktual lapangan dan berbagai perkembangan situasi Suriah, dan bersepakat melanjutkan koordinasi segitiga.

Mengenai zona de-eskalasi di Idlib mereka menetapkan penyelesaian dengan bentuk yang sejalan dengan spirit kerjasama format Astana, dan memastikan tekad mereka bekerjasama menumpas kelompok-kelompok teroris ISIS, Jabhat al-Nusra serta semua orang dan kelompok-kelompok lain yang berafiliasi dengan jaringan teroris al-Qaeda.

Mereka menegaskan bahwa konflik Suriah tak dapat diselesaikan melalui jalur militer, dan mereka akan terus bekerjasama untuk mendorong proses perdamaian melalui jalur politik sesuai konferensi dialog nasional Suriah di Sochi, Rusia, dan resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 2254. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*