pasukan suriahMoskow, LiputanIslam.com –   Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Michael Bogdanov selaku utusan Presiden Rusia untuk urusan Timur Tengah menyatakan bahwa pertemuan internasional kelompok kontak Suriah akan digelar Oktober mendatang dengan melibatkan beberapa negara, yaitu Rusia, Amerika Serikat (AS), Iran, Turki dan Mesir.

”Empat kelompok Suriah akan dibentuk untuk perundingan di Jenewa, dan sidang kelompok kontak yang terdiri atas beberapa negara berpengaruh juga akan digelar bulan depan usai sidang Majelis Umum PBB,” katanya kepada kantor berita Rossiya Segodnya, sebagaimana dikutip IRNA, Senin (28/9).

Dia menambahkan, “Kami berharap pertemuan-pertemuan  ini dapat diselenggarakan sesegera mungkin. Sampai sekarang belum selesai penentuan level pertemuan ini, namun kemungkinan besar pertemuan-pertemuan yang juga akan dihadiri delegasi Iran dan AS ini akan diselenggarakan pada level pakar dan wakil menteri luar negeri, dan jika diperlukan juga akan diselengarakan pada level menteri luar negeri, dan jika diperlukan pula maka delegasi dari beberapa negara lain juga akan diundang.”

Dia juga mengatakan bahwa dalam masalah ini juga sangat diutamakan kerjasama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan utusan khusus Sekjen PBB untuk urusan Suriah, Staffan de Mistura.

Rusia dan Iran mendukung penyelesaian krisis Suriah melalui kanal diplomatis tanpa campurtangan pihak asing, dan keduanya menggalang kerjasama erat dalam masalah ini.

Menteri Luar Negeri Rusia yang sedang berada di New York, AS, mengatakan, “Rusia, Iran, Irak dan Suriah bekerjasama dalam perang melawan kelompok teroris ISIS serta berhasrat melakukan pertukaran informasi tentang ini.”

Dia menambahkan bahwa Rusia memberikan bantuan senjata dan perlengkapan militer canggih kepada pemerintah Suriah dan Irak.

“Dalam hal ini, sebagaimana beberapa negara eksportir senjata lainnya, tak ada syarat politik apapun bagi Moskow dalam penyerahan senjata itu,” tuturnya.

CNN Senin kemarin dalam reportasenya dari Abu Dhabi memberitakan bahwa dewasa ini sedang terbentuk koalisi baru di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Rusia, Iran, Suriah dan bahkan Irak.  (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL