bendera isis dibalikBaghdad, LiputanIslam.com – Operasi militer yang disebut-sebut membawa misi pembebasan kota Tikrit dari tangan gerombolan teroris ISIS oleh militer, pasukan keamanan, relawan al-Hasyd al-Sakbi dan pasukan adat Irak terus berlangsung dari beberapa arah hingga terjadi kobaran api pertempuran sengit di sekitar kota kelahiran mantan diktator Irak Saddam Hossein tersebut. Bersamaan dengan ini 15 anggota ISIS tewas di provinsi Anbar, sementara di Mosul kawanan ISIS menghancurkan musium serta menghapus kaligrafi “Muhammad” dari masjid-masjid.

Menurut laporan beberapa sumber yang dikutip IRNA, operasi itu dimulai Kamis pagi kemarin (26/2/2015) dengan mengerahkan senjata-senjata berat untuk menggempur posisi-posisi pasukan teroris ISIS di sekitar Tikrit dan gerbang-gerbang ibu kota provinsi Salahuddin tersebut.

Dalam beberapa jam pertama sejumlah kawasan di sekitar Tikrit dan al-Daur, 170 km utara Baghdad, berhasil dibebaskan oleh pasukan gabungan Irak tersebut dari tangan ISIS. Sumber-sumber informal menyebutkan bahwa kawasan yang berhasil dibebaskan ialah al-Jalam, Sheikh Mohammad, Rassas, dan Albu Khadeh di 25 km timur kota Tikrit melalui pertempuran sengit yang menewaskan dan melukai banyak anggota ISIS.

Belum ada laporan resmi mengenai perkembangan situasi pertempuran tersebut. Namun, sebagaimana pernah diberitakan LI, Ketua Dewan Tinggi Islam Irak, Ammar al-Hakim, Rabu malam lalu (25/2/2015) memastikan bahwa Tikrit akan bebas sepenuhnya dalam beberapa hari mendatang.

15 Anggota ISIS Tewas di Anbar

Sebagaimana dilaporkankantor berita Xinhua, sumber keamanan provinsi di Irak menyatakan Kamis kemarin sedikitnya 15 anggota ISIS, satu di antaranya anggota senior, tewas diterjang serangan udara pasukan koalisi internasional di provinsi Anbar di bagian barat Irak.
Serangan itu terjadi di dekat kota al-Qaim, 330 km barat laut Baghdad, dan menyasak sebuah tempat perkumpulan pasukan ISIS. Posisi ISIS itu diketahui berdasarkan laporan intelijen.

Sumber tersebut mengatakan bahwa 30 anggota militer dan sipil ISIS juga cidera akibat serangan itu, sementara di antara anggota ISIS yang tewas terdapat beberapa pemimpin ISIS non-Arab yang satu di antaranya anggota senior organisasi teroris berfaham Salafi/Wahhabi tersebut.

ISIS Hancurkan Musium Mosul

ISIS belum lama ini merilis video penghancuran barang-barang purbakala musium Mosul. Menurut al-Sumaria News, dalam video berdurasi 5 menit itu terlihat beberapa pria bersenjata menggunakan palu dan bor untuk menghancurkan barang-barang yang sangat bernilai historis, satu di antaranya patung lembu bersayap peninggalan abad IX SM.

Musium Mosul didirikan pada tahun 1951 dengan koleksi barang antik yang sebagian besar merupakan peninggalan era Assyrian.
ISIS Singkirkan Kaligrafi “Muhammad” di Masjid-Masjid Mosul

Al-Sumaria News juga melaporkan bahwa Kamis kemarin ISIS juga memerintahkan kepada para imam masjid-masjid di Mosul supaya menghapus dan menyingkirkan kaligrafi-kaligrafi yang mencantumkan nama Nabi Muhammad saw.

“Tanpa menyebutkan alasannya, ISIS telah memerintahkan kepada para imam jamaah dan pengurus masjid di Mosul supaya menyingkirkan kaligrafi-kaligrafi dan pahatan dinding yang menerakan nama suci beliau (Nabi Muhammad saw),” kata seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya.

Di hari yang sama ISIS menghancurkan Masjid al-Khidir dan meratakannya dengan tanah di pusat kota Mosul serta merusak makam Sheikh Mahmoud di dekat kawasan Waneh.

Sejak menguasai Mosul dan beberapa kawasan lain di Irak, kawanan teroris yang dikenal paling brutal dan sadis itu juga telah menghancurkan masjid-masjid kuno dan makam-makam para nabi dan tokoh agama dengan dalih bahwa tempat-tempat itu telah menjadi sarang bid’ah dan syirik. Selain itu ISIS juga banyak menjual barang-barang antik bernilai tinggi di pasar gelap regional. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL