Hudaydah, LiputanIslam.com –  Anggota biro politik gerakan Ansarullah Yaman, Mohammad al-Bukhaiti menyatakan bahwa pasukan koalisi agresor memusatkkan pasukannya di wilayah yang terbatas dengan tujuan menciptakan terobosan dan kemenangan di level propaganda di kawasan Hudaydah.

Al-Bukhaiti, Ahad (11/11/2018), menjelaskan bahwa pasukan agresor semula mampu melakukannya, tapi pasukan Yaman kemudian kembali menguasai dan menimpakan kerugian besar pada mereka, dan seandainya tidak demikian niscaya mereka sudah lama berhasil memasuki Hudeydah.

Menurutnya, tentara dan Komite Rakyat Yaman berhasil menggagalkan semua upaya pergerakan maju mereka, berhasil mengepung mereka di jalur Sanaa-Hudeydah, memutus jalur pasokan melalui Mokha.

Al- Bukhaiti mengatakan bahwa pertempuran sudah berjalan dua minggu dan masih berlangsung di kawasan sejauh sekira 10 km dari Hudaydah, namun pihak agresor dapat menciptakan beberapa terobosan di kawasan antara kilometer 16 dan kilometer 10 serta menguasai sekira 5-6 kilometer dari jalur Sanaa-Hudaydah.

Dia menambahkan bahwa pertempuran di selatan Hodeidah di kawasan pertahanan udara masih berada di luar kawasan Hudaydah. Demikian pula di kota Soleh yang juga sama jarak dari Hudaydah, dan kota ini kosong dari penduduk karena belum rampung dibangun.

Sementara itu, juru bicara resmi militer Yaman Brigjen Yahya Sarie menyatakan bahwa klaim kubu agresor bahwa mereka berhasil mencetak kemenangan di front pesisir barat dan lain-lain hanyalah upaya penyesatan publik seperti yang sudah sering mereka lakukan ketika mereka gagal mencapai kemajuan apapun dalam operasi militernya, dan malah menderita banyak kerugian jiwa dan materi. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*