Mukha, LiputanIslam.com –  Pasukan loyalitas presiden Yaman tersingkir Abd Rabbuh Mansour Hadi terlibat pertempuran baru dengan milisi Ansarullah dan tentara loyalis mantan presiden Ali Abdullah Saleh di sekitar kota Mukha, barat laut Yaman.

Sedikitnya 40 orang tewas di sisi selatan dan timur Mukha di mana pasukan loyalis Hadi mengepung kota ini, sementara para sniper Ansarullah dan loyalis Saleh yang bertahan dalam kota mencegat lawan memasuki pusat kota.

Gerakan Ansarullah Yaman menepis berita bahwa kota dan pelabuhan Mukha di bagian selatan provinsi Taiz telah jatuh ke tangan pasukan loyalis presiden tersingkir Abd Rabbuh Mansour Hadi.

Jubir Ansarullah Syaraf Luqman Ghalib kepada Sputnik menyatakan berita berupa klaim pasukan loyalis Hadi yang didukung Saudi itu tidak berdasar.

“Pertempuran masih berlanjut, dan pasukan bayaran belum mencapai kota Mukha,” bantahnya.

Dia menambahkan bahwa pasukan Ansarullah-Saleh telah menghabisi puluhan “pasukan antek” dan menghancurkan beberapa mobil mereka.

Dalam beberapa hari terakhir pasukan loyalis Hadi bergerak maju menuju Mukha dengan bantuan serangan udara sengit Saudi.

Pasukan Ansarullah-Saleh mengusai sebagian besar wilayah Yaman di bagian utara, tengah, barat, dan ibu kota negara ini, Sanaa.

Senin malam lalu terjadi kontak senjata antara kedua pihak dan kemudian pasukan loyalis Hadi mengklaim berhasil menguasai kota Mukha.

TV Al-Jazeera yang mendukung pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi Selasa kemarin bahkan melaporkan bahwa pasukan Hadi “melakukan penyisiran di kawasan yang tersisa di Mukha yang telah dikuasai tentara Yaman (loyalis Hadi) setelah pasukan Houthi dan Saleh kabur menuju Hudaidah di tengah gempuran pasukan koalisi yang menjatuhkan kerugian besar pada mereka.”

Beberapa sumber menyebutkan dalam pertempuran yang terjadi sepanjang Senin lalu 40 orang tewas, 28 di antaranya pasukan Ansarul-Saleh, dan 12 sisanya pasukan loyalis Hadi, dan dengan demikian jumlah korban tewas menjadi 200 orang sejak pasukan loyalis Hadi melancarkan serangan masif pada 7 Januari lalu untuk mengusir pasukan Ansarullah-Saleh dari kawasan pesisir Barat Yaman.

Seorang perwira pasukan loyalis Hadi mengatakan pasukan Houthi (Ansarullah) masih bertahan dalam kota meskipun mereka menderita kerugian jiwa dalam jumlah besar.

Dia menambahkan bahwa pasukan Ansarullah-Saleh mengirim bala bantuan ke utara Mukha melalui provinsi Ibb yang berada di sebelahnya, sehingga masih perlu waktu lebih lama bagi pasukan  loyalis Hadi untuk dapat menguasai Mukha secara penuh.

Didukung serangan udara pasukan koalisi pimpinan Saudi, pasukan loyalis Hadi pada 7 Januari lalu melancarkan serangan ke kawasan Dabab, barat daya Yaman, yang berjarak 30 km dari kawasan strategis Selat Bab al-Mandab yang memisahkan Laut Merah dengan Samudera Hindia.

Sumber militer menyebutkan bahwa serangan itu ditujukan untuk menguasai kawasan di sisi Laut Merah seluas 450 km, termasuk kota Mukha dan Hudaydah dekat perbatasan Saudi.

PBB pekan lalu melaporkan bahwa perang Yaman telah menjatuhkan korban tewas sedikitnya 10,000 orang, sedangkan korban luka sekira 40,000 orang.  (mm/yemenpress/alyoum7/aljazeera/guardian)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL