tentara yamanSanaa, LiputanIslam.com – Para pejabat Yaman Senin kemarin (20/10) menyatakan sebanyak 60 orang tewas akibat pertempuran terbaru yang melanda negara ini. Demikian dilaporkan AFP sembari menyebutkan bahwa dalam beberapa hari terakhir ini gerakan Ansarullah atau kelompok al-Houthi telah menempatkan pasukannya di berbagai kawasan Yaman, termasuk distrik Rada’ yang selama ini menjadi pangkalan jaringan teroris al-Qaeda.

Berbagai kelompok yang terafiliasi dengan al-Qaeda telah membantu pasukan pemerintah berperang melawan milisi Ansarullah. Mereka antara lain melancarkan serangan-serangan bom bunuh diri.

Para saksi mata dan pimpinan suku setempat mengatakan bahwa 15 orang, beberapa di antaranya anak kecil, tewas akibat ledakan bom mobil di distrik Rada’, provinsi Baida, di selatan Sanaa, ibu kota Yaman. Dalam kasus lain, para pejabat kabilah mengatakan bahwa 15 anggota al-Qaeda dan pasukan adat terbunuh di distrik yang sama.

Bersamaan dengan ini para pejabat keamanan mengatakan bahwa 20 orang terbunuh akibat ledakan bom mobil di sebuah bangunan yang menjadi tempat berkumpulnya para anggota Ansrallah di Rada’. Selain itu, al-Qaida menawan 12 orang lainnya. Selama beberapa jam distrik itu sempat menjadi ajang ledakan-ledakan keras akibat saling tembak peluru RPG dan mortir.

Di tempat lain, para pejabat kesehatan kota Dhamar menyatakan bahwa 10 anggota al-Houthi terbunuh dalam pertempuran.
Beberapa kawasan lain di provinsi Baida juga menjadi ajang pertempuran beberapa kelompok suku, termasuk suku Qifah, dengan milisi Ansarallah.

Ansarallah belakangan menjadi gerakan politik terkuat di Yaman yang sejak 21 September lalu sampai sekarang masih mengendalikan kota Sanaa. Selain itu, satu pelabuhan penting al-Hadidah di pesisir Laut Merah juga jatuh ke tangan Ansarallah sejak pekan lalu.
Yaman dilanda kerusuhan pasca tergulingnya pemerintahan Ali Abdullah Saleh pada tahun 2011. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL