Kairo, LiputanIslam.com –  Untuk pertama kalinya, khatib Jumat Masjidil Haram di Mekkah al-Mukarromah tidak memanjatkan doa untuk Putra Mahkota Arab Saudi Mohamed bin Salman (MbS).

Dilaporkan bahwa Syeikh Faisal al-Ghazzawi ketika tampil sebagai khatib Jumat di Masjidil Haram pada dua hari lalu (2/11/2018) tidak menyebutkan Putra Mahkota dalam doanya, padahal dalam khutbah-khutbah sebelumnya oleh para khatib lain dia selalu didoakan.

Khatib dalam dua shalat Jumat sebelumnya adalah Syeikh Abdurrahman al-Sudais dan Syeikh Mahir al-Muaiqly. Al-Sudais saat itu memuji MbS dan menyebutnya pemuda yang memiliki hasrat yang kuat dan terinspirasi untuk melakukan pembaharuan, sementara al-Muaiqly mendoakan MbS agar mendapat taufik dari Allah dalam sepak terjangnya.

Sedangkan Faisal al-Ghazzawi dalam khutbah Jumat terbaru sama sekali tidak menyebut MbS dan cukup dengan mendoakan ayahnya, Raja Salman bin Abdulaziz, dengan berucap, “Ya Allah, berilah taufik kepada wali amr kami sesuai apa yang Engkau cinta dan ridhai, dan anugerilah dia dengan kebajikan dan ketakwaan.”

Perkembangan ini tak pelak mengundang pertanyaan apakah Kerajaan Saudi akan cuci tangan dari kasus pembunuhan sadis terhadap jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di konsulat negara ini di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober lalu.

Pertanyaan ini diperkuat oleh kepulangan Pangerah Ahmad bin Abdulaziz ke Saudi sehingga juga membangkitkan pertanyaan apakah AS dan negara-negara Barat  lainnya sepakat untuk menyingkirkan MbS setelah dunia kerap dihebohkan oleh sepak terjang panas MbS.

Dosen ilmu politik asal Hadhramaut, Yaman, Dr Hasan Nafi’ah menilai MbS tidak akan dapat cuci tangan dari darah Khashoggi meskipun Kerajaan Saudi cenderung berusaha mengulur waktu dalam pengungkapan kasus pembunuhan tersebut, dan tindakan mengulur waktu hanya akan membuat Presiden AS Donald Trump menjadi satu-satunya pihak pemegang kendali untuk interes AS sendiri tanpa  MbS. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*