لاول مرة..  القوات الايرانية تجرب "الطائرات الانتحارية"Teheran, LiputanIslam.com – Memasuki hari kedua, latihan perang yang dilakukan secara besar-besaran oleh angkatan bersenjata Republik Islam dengan sandi “Muhammad Rasulullah” Jumat kemarin (26/12) antara lain ditandai dengan uji coba untuk pertama kalinya “pesawat bunuh diri” tanpa awak.

Dalam latihan perang perang itu Iran juga mengoperasikan berbagai jenis pesawat niwarak milik Angkatan Darat negara ini.
“Misi Angkatan Darat (AD) dalam latihan perang ini antara lain menggunakan pesawat-pesawat nirawak milik AD,” ungkap Komandan AD Iran Letjen Ahmad Reza Pourdastan sembari menyebutkan adanya pengembangan jarak tempuh dan kapabilitas operasi pesawat-pesawat itu, sebagaimana dikutip Alalam.

Menurutnya, pesawat-pesawat itu sekarang dapat membawa muatan yang lebih besar dibanding sebelumnya serta dilengkapi dengan kamera beresolusi tinggi sehingga menjadi perpanjangan tangan AD Iran di medan pertempuran.

Dia menjelaskan bahwa pesawat-pesawat itu dapat digunakan untuk menggempur sasaran-sasaran udara dan darat, berkemampuan menyerang sasaran apapun yang dilihatnya dan merupakan “bom-bom terbang”.

Pada latihan perang di hari pertama Kamis (25/12) sempat terpantau adanya pesawat mata-mata asing yang mencoba mendekati lokasi, namun menyingkir setelah mendapat peringatan dari pasukan yang terlibat latihan perang.

Saat mengabarkan kejadian tersebut, Komandan Pertahanan Udara Iran Brigjen Farzad Esmaili kepada kantor berita Tasnim Iran tidak menyebutkan jumlah dan nama negara pemilik pesawat mata-mata itu. Dia hanya memastikan bahwa pesawat itu bukan milik negara-negara sekitar. Dia juga menegaskan pihaknya telah mengontrol sepenuhnya seluruh kawasan yang menjadi area latihan perang.

Sehari sebelumnya juga terdapat beberapa pesawat asing bergerak mendekati zona udara Iran namun segera berputar haluan setelah terdeteksi.

“Tidak ada pilihan bagi mereka kecuali segera meminta maaf dan meninggalkan zona perbatasan setelah mendapat peringatan dari Pasukan Pertahanan Udara,” ungkap Esmaili.

Menurutnya, para pilot pesawat-pesawat itu mengaku mendekati perbatasan Iran karena terjadi kesalahan akibat kondisi cuaca dan bukan dengan niat melanggar wilayah udara Iran.

Angkatan bersenjata Iran memulai latihan perang besar-besaran pada Kamis (25/12) dengan melibatkan unit-unit Angkaan Darat, Angkatan Udara, Angkatan Laut dan Pertahanan Udara. Latihan perang ini akan berlanjut hingga 31 Desember 2014 di lokasi seluas 2.2 juta kilometer persegi yang membentang dari bagian utara Samudera Hindia hinga Selat Hormuz di Teluk Persia serta di bagian tenggara dan selatan provinsi Sistan Balouchestan dan Hormuzgan. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL