ansarullah TV yamanSanaa, LiputanIslam.com – Untuk pertama kalinya, kelompok Syiah al-Houthi atau gerakan Ansarullah di Yaman menyatakan dukungannya secara terbuka kepada Iran dan menyebut negara republik Islam ini sebagai negara yang tangguh dan menjadi poros resistensi Islam terhadap kubu mustakbirin (arogan) dunia.

Sebagaimana dilaporkan situs berita Yaman Moragboon Press (Observers Press) Senin (15/16), juru bicara resmi gerakan Ansarullah Yaman, Mohammed Abdul Salam, untuk pertama kalinya melalui TV resmi Yaman menyatakan mendukung Iran dan aliansi dengan negara ini.

“Iran adalah negara Islam yang mengendalikan poros perlawanan terhadap kekuatan-kekuatan arogan global pimpinan Amerika Serikat (AS) dan Israel,” katanya pada acara Mir’at al-Waqi’ (Cermin Realitas) TV al-Yaman.

Dia menambahkan, “Iran adalah negara Islam yang memperkuat dan mendukung bangsa Palestina dan negara-negara resistensi Suriah dan Lebanon, memberikan bantuan rudal kepada gerakan Sunni Hamas yang telah diluncurkan dari Gaza terhadap musuh, Zionis.”

Dia meminta pemerintah Yaman supaya membuka kedutaan besar di Iran serta menjaga kesamaan taraf delegasi diplomatik antara Iran dan AS. Hal ini dia katakan karena, menurutnya, AS memiliki duta besar sekaligus negesiator yang luar biasa sehingga dapat melakukan tindakan-tindakan di luar kapasitasnya sebagai duta besar.

Dia mengharapkan penguatan hubungan diplomatik Yaman dengan Iran.

“Iran adalah negara Muslim yang berperadaban dan menjadi kekuatan besar di kawasan,” katanya sembari mengingatkan bahwa AS saja sekarang berusaha mendekati Iran dan mencoba memperbaiki hubungan dengannya.

Jalan Kuwait di Sanaa Ganti Nama

Laporan lain menyebutkan bahwa nama “Kuwait” telah dihapus dari statusnya sebagai nama sebuah jalan sejak 30 tahun silam di ibu kota Yaman, Sanaa. Sesuai instruksi Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi, nama jalan itu diganti dengan nama lain.

“Hadi telah menginstruksikan penghapusan nama Kuwait dari sebuah jalan di Sanaa yang sudah 30 tahun menggunakan nama itu,” tulis koran al-Rai al-Am terbitan Kuwait.

Nama Kuwait adalah nama yang dipilih oleh Ali Abdullah Shaleh saat menjabat sebagai presiden Yaman. Jalan itu semula bernama “al-Ziraah” tetapi kemudian diganti “Kuwait” setelah pemerintah Kuwait mendirikan sebuah rumah sakit di jalan tersebut. Sekarang nama itu diganti lagi oleh presiden pemerintahan transisi Yaman Mansur Hadi dengan nama “Mohammed al-Mutawakkil” tokoh politik yang meninggal dunia akibat serangan di Sanaa teror pada bulan lalu. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL