Damaskus, LiputanIslam.com –  Kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang menguasai kawasan Hajar Aswad dan sebagian besar kamp pengungsi Palestina Yarmouk di selatan Damaskus menyerah dengan mengangkat bendera putih dan meminta dihentikannya perang melalui pengeras suara masjid-masjid.

“Pasukan pemerintah belum menghentikan serangannya karena tindakan itu bisa jadi sekedar manuver kawanan bersenjata DAESH (ISIS),” ungkap sumber yang dekat dengan tentara Suriah kepada kantor berita Jerman, DPA, Minggu (29/4/2018).

Menyerahnya ISIS ini tercatat sebagai yang pertama kalinya dalam peperangan mereka dengan tentara Suriah maupun dengan kelompok-kelompok bersenjata lain di sebagian besar wilayah negara ini.

Jumlah anggota ISIS di dua kawasan itu diperkirakan sekira 1200 orang yang sebagian besarnya adalah orang-orang yang tinggal di selatan Damaskus, baik yang berasal dari Suriah sendiri maupun dari Palestina dan negara-negara lain.

Sebelumnya di hari yang sama mereka meminta dievakuasi ke provinsi Deir Ezzor di bagian timur Suriah tapi tentara Suriah menolaknya.

Laporan terbaru dari kantor berita resmi Suriah, SANA, pada hari itu mengumumkan adanya kesepakatan evakuasi para pengungsi Palestina di kamp Yarmouk yang akan diterapkan sejak hari ini, Senin (30/4/2018), dan akan selesai sebelum masuk bula suci Ramadhan.

Kesepakatan ini mengharuskan “keluarnya teroris distrik Hajar Aswad dan kamp Yarmouk ke Idlib dan pembebasan orang-orang yang terkepung di distrik Kafarya dan Fouah yang jumlahnya sekira 5000 orang melalui dua tahap.” (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL